Anggota Komisi IX Nilai Anggaran Kesehatan Terlalu Kecil

Anggaran kesehatan di APBN hanya 5 persen
Mochammad Rizki - Health,Senin, 02-12-2019 11:35 WIB
Anggota Komisi IX Nilai Anggaran Kesehatan Terlalu Kecil
Anwar Hafid. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Anggota Komisi IX DPR RI Anwar Hafid menyebut alokasi dana kesehatan belum berpihak kepada rakyat. Sebab, anggaran tersebut hanya 5 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Baca juga: Komisi X DPR Desak Pelatih yang Tuduh Atlet Tak Perawan Minta Maaf 

Jumlah itu dinilai kecil dibanding alokasi sektor pendidikan yang mencapai 20 persen pada APBN. 

"Ini kan tidak seimbang. Padahal dua-duanya kebutuhan hak dasar rakyat," ujar Anwar dalam diskusi 'Menguak Sebab BPJS Membengkak', Jakarta, Minggu (1/12/2019). 

Kenaikan jumlah anggaran kesehatan, dianggap penting, karena bisa dialokasikan guna memperkuat program preventif pencegahan penyakit. Hal ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi defisit BPJS Kesehatan selalu terjadi setiap tahunnya. 

Kondisi defisit anggaran sendiri dinilai Anwar akibat proses verifikasi data BPJS Kesehatan yang tak dilakukan oleh pihak yang profesional di bidangnya. Sehingga biaya dikeluarkan membengkak. 

Ia pun berpandangan jika kenaikan iuran mulai 1 Januari 2020, takkan menyelesaian masalah utamanya. 

"Verifikator BPJS Kesehatan belum profesional. Ketika yang melakukannya seorang dokter, pembengkakan tidak ada," tandasnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0