Iuran BPJS Naik, Moeldoko: Biar Masyarakat Paham Sehat Itu Mahal

Setelah dihitung-hitung anggaran untuk BPJS Kesehatan tak cukup
Iuran BPJS Naik, Moeldoko: Biar Masyarakat Paham Sehat Itu Mahal
Suasana kantor BPJS Kesehatan. (Beritagar)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjelaskan alasan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Menurut dia, salah satu latar belakang iuran menjadi lebih mahal ialah agar masyarakat memahami menjadi sehat itu memerlukan biaya tak sedikit. 

"Saya pikir semua masyarakat harus memahami itu (iuran BPJS Kesehatan naik), karena nanti, jangan mengembangkan sehat itu murah, nanti repot. Sehat itu mahal, perlu perjuangan," ujar Moeldoko di kantornya, Jakarta, Rabu (4/9/2019). 

"Kalau (masyarakat beranggapan) sehat itu murah nanti orang menjadi sangat manja, gitu. Tidak mau mendidik dirinya untuk menjadi sehat. Sehat itu perlu perjuangan, perlu olahraga, perlu mengurangi rokok," imbuh dia. 

Menurut Moeldoko pemerintah telah mengkalkulasi bahwa iuran BPJS Kesehatan harus dinaikkan. Seiring dengan kebijakan itu, Presiden Joko Widodo menurutnya sudah menginstruksikan manajemen BPJS Kesehatan untuk diperbaiki.

"Termasuk bagaimana bangun sistem lebih efisien, lebih efektif. Jadi dua-duanya akan dibenahi," tuturnya. 

Ia mengungkapkan, dari hitung-hitungan yang dilakukan pemerintah selama ini, keuangan BPJS Kesehatan tak pernah mencukupi. Atas itu, salah satu cara untuk menutupi kekurangan itu adalah menaikkan iuran peserta.

"Presiden sudah beberapa kali memberikan penekanan untuk segera pembenahan dari sisi manajerial. Dua duanya akan berjalan dengan seiring," tandas mantan Panglima TNI.