Gelapkan Uang Rp15 Miliar, Bos PT Global Indo Energi Ina Widiyawati Divonis 3 Tahun Penjara

Kasus Penggelapan Bermula Saat Ina Widiyawati Sebagai Komisaris PT Global Indo Energi.

Ina Widiyawati (kiri) saat dimintai keterangan oleh tim penyidik dari Polresta Surakarta.

Solo, Nusantaratv.com - Bos PT Globalindo Energi, Ina Widiyawati yang didakwa menggelapkan uang Rp15 miliar divonis tiga tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta.

Majelis Hakim menjatuhkan hukuman kepada Bos distributor bahan bakar minyak (BBM) tersebut karena cukup bukti melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang Rp15 miliar milik PT SHA, agen resmi PT Pertamina.

Terdakwa yang tinggal di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) itu dinilai secara sah dan meyakinkan oleh Majelis Hakim yang diketuai, Fredrik Frans Samuel Daniel SH melakukan tindak pidana hingga mengakibatkan PT SHA yang berkantor di Jalan Yosodipuro mengalami kerugian.

"Amar putusan yang dijatuhkan selama tiga tahun penjara bagi terdakwa dalam sidang pada hari Kamis (18/2/2021)," jelas Humas PN Surakarta, Ashariyadi saat dikonfirmasi, Senin (22/2/2021) siang.

Berdasar informasi yang diperoleh dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Kota Surakarta, putusan pidana yang dijatuhkan Majelis Hakim tersebut, lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta. Jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman empat tahun penjara. 

Diberitakan sebelumnya, kasus penggelapan ini bermula, saat Ina Widiyawati sebagai Komisaris PT Global Indo Energi, mengambil bahan bakar minyak non subsidi di PT SHA pada pertengahan 2019. Pembayaran awal, berjalan secara normal. 

Namun, seiring berjalannya waktu muncul tunggakan pembayaran. Tunggakan pembayaran selama Juli hingga September 2019 mencapai Rp15 miliar. 

Setelah kasus ini dilaporkan ke Polresta Surakarta dan diusut, ternyata Ina Widiyawati menjual BBM non subsidi tersebut di bawah harga pembelian supaya cepat laku. Sehingga, tidak mampu membayar uang tagihan lantaran kekurangan uang pembayaran. 

Saat diperiksa penyidik Satreskrim, dalam pengakuannya, Ina Widiyawati menjual BBM non subsidi ke sejumlah wilayah, seperti di Surabaya maupun di Kalimantan. 

Namun, pengakuan Ina Widiyawati tidak sesuai kenyataan. Sebab hasil penelusuran penyidik tidak ditemukan adanya jual beli BBM yang dilakukan terdakwa di luar wilayah Pulau Jawa. (Budi Kusuma). 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK