Unik! Soto Kering Bu Yati, Rasanya Bikin Nagih

Nusantaratv.com - 14/11/2021 16:39

Soto kering di Delanggu, Klaten. (istimewa/klatenkab.go.id)
Soto kering di Delanggu, Klaten. (istimewa/klatenkab.go.id)

Penulis: Supriyanto

Nusantaratv.com – Saat kita pesan seporsi nasi soto di sebuah rumah makan, tentu dalam benak kita terbayang satu mangkok nasi dengan toping sayuran ditambah ayam suwir dan kuah segar. Namun berbeda dengan soto di daerah Delanggu, Kabupaten Kelaten, Jawa Tengah. Di daerah ini terkenal dengan namanya Soto Kering, ya, soto tanpa kuah, aneh ya? Terus rasanya seperti apa?

Pada umumnya, Soto identik dengan kuahnya yang segar. Namun untuk Soto kering, yang menjadi salah satu kuliner khas di wilayah Delanggu, benar-benar tanpa kuah! Salah satu warung yang menjual kuliner ini adalah warung soto Bu Yati yang berada di Desa Sabang, Delanggu. Tak ayal, soto tanpa kuah ini menjadi daya tarik dari kuliner soto kering.

Untuk mencicipi kuliner Soto Kering, tak perlu bingung. Pasalnya, warung soto Bu Yati yang menjual soto kering ini berada tepat di depan Pasar Delanggu, Klaten. Soto garing Bu Yati ini disajikan dengan nasi yang atasnya ditaburi berbagai macam sayuran, seperti kubis, kecambah, daun seledri, dan juga potongan daging ayam.

Baca Juga: 10 Pilihan Tempat Makan Bersama Keluarga di Jakarta, Nyaman!

Nah berbeda dari soto garing lainnya, soto kering Bu Yati tetap diberi sedikit kuah. Ini menjadi resep tersendiri di warung ini agar menambah cita rasa dari soto garing. Namun, kuah yang dituangkan hanya membasahi sayuran, daging dan bagian atas nasi saja.

Pemilik warung soto Bu Yati, Muhammad Irham, mengatakan warung soto miliknya sudah buka sejak 45 tahun lalu. Dulu yang pertama kali jualan soto itu orang tua saya. Namanya Sudiman. Kalau soto garing ini dulu dari inisiatif bapak,” katanya, seperti dilansir dari solopos.com, Minggu (14/11/2021).

Baca Juga: Sedikit Lemak, Cumi Ladang Hitam, Menu Tepat Untuk Makan Malam

Untuk mencicipi soto kering Bu Yati, tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, pasalnya, satu porsi soto kering dibanderol dengan harga Rp6.000. Sementara soto kering dengan tambahan toping potongan jeroan dibanderol dengan harga Rp10.000.

“Subuh sudah buka. Kalau tutup sekitar jam dua siang,” kata salah seorang karyawan warung soto Bu Yati.

Sumber: solopos.com

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in