Resmi, Arab Saudi Cabut Visa Progressif Umrah

Kebijakan pencabutan visa progressif umrah menjadi bagian dari upaya Pemerintah Arab Saudi dalam mewujudkan visi 2030.
Resmi, Arab Saudi Cabut Visa Progressif Umrah
Arab Saudi resmi umumkan pencabutan visa progressif umrah. (Dok. Humas Kemenag)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah Arab Saudi resmi mencabut aturan visa progressif untuk umrah. Hal itu dikatakan Mohamad Hery Saripudin, Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Jeddah, usai menghadiri Malam Anugerah Haji 2019 di Kantor Urusan Haji di Jeddah, Selasa (10/9/2019). 

"Terkait visa progressif, kami terima konfirmasi bahwa ada dekrit raja yang membatalkan. Jadi biayanya flat. Yang duaribu dihilangkan," ujar Hery, di Jeddah, dilansir laman resmi Kemenag, Rabu (11/9/2019). 

Perubahan kebijakan ini, ungkap Hery, menjadi bagian dari upaya Pemerintah Arab Saudi dalam mewujudkan visi 2030. Salah satunya target jamaah umrah mencapai 30 juta orang. 

Baca Juga: Kebijakan Baru Arab Saudi, Biaya Visa Progressif Umrah dan Haji Dikurangi

Bila tahun lalu sekitar 8 juta jamaah, maka tahun depan ditargetkan mencapai 10 juta. "Pemerintah Saudi ingin mendiversifikasi ekonominya dari berbagai economic resources, termasuk umrah," jelasnya. 

Senada, Endang Djumali, Staf Teknis Haji Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah, mengatakan pencabutan visa progressif secara resmi disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Saudi Sulaiman Al-Massaath, Selasa (10/9/2019) sore, dalam jumpa pers yang disiarkan Saudi Press Agency. 

"Sore tadi sekitar jam 16.00 waktu sini, Saudi sudah mengumumkan, kebijakan visa progressif umrah dihapus. Pensosbud KJRI juga sudah mengonfirmasi pemberlakuan aturan baru ini," tutur Endang.

Arab Saudi memberlakukan visa progressif bagi jamaah umrah sejak 2016. Jamaah yang akan berumrah untuk kedua kalinya atau lebih di tahun yang sama dikenakan biaya tambahan untuk visa sebesar SAR2000 atau setara Rp7,6juta. Aturan tersebut kini telah dicabut Arab Saudi.

Baca Juga: Meski Kuota Besar, Ternyata Antrean Pergi Haji Indonesia Bukan yang Terlama di ASEAN

Bersamaan dengan pencabutan visa progressif, Pemerintah Arab Saudi mengumumkan aturan baru tentang pemberlakuan biaya pengajuan visa umrah dalam bentuk Government Fee sebesar SAR300.

Biaya ini berlaku untuk setiap pengajuan visa umrah, baik yang pertama maupun kali kedua dan seterusnya.

"Jadi, kebijakannya bukan mengurangi visa progressif dari SAR2000 menjadi SAR300, tapi mencabut aturan visa progressif dan menerbitkan ketentuan baru biaya pengajuan visa umrah dengan Government Fee sebesar SAR300," terangnya. "Ketentuan ini hanya berlaku untuk visa umrah," tukas Endang.