Kebijakan Baru Arab Saudi, Biaya Visa Progressif Umrah dan Haji Dikurangi

Arab Saudi memberlakukan visa progressif bagi jamaah umrah sejak 2016, sedangkan visa progressif haji baru diberlakukan sejak 2018.
Kebijakan Baru Arab Saudi, Biaya Visa Progressif Umrah dan Haji Dikurangi
Arab Saudi keluarkan kebijakan baru biaya visa progresif umrah dan haji. (Dok. Humas Kemenag)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru terkait biaya visa progressif. Konsul Haji Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI di Jeddah Endang Djumali mengatakan, biaya visa progressif akan dikurangi. 

Arab Saudi memberlakukan visa progressif bagi jamaah umrah sejak 2016. Artinya, ada biaya tambahan yang harus dibayar oleh jamaah yang akan berumrah untuk kedua kalinya atau lebih di tahun yang sama. 

Baca Juga: Paling Tertib, Jamaah Haji Indonesia Nikmati EYAB

Sementara untuk haji, visa progressif diberlakukan bagi jamaah yang sudah pernah berhaji dan ingin menunaikannya kembali. Visa progressif haji baru diberlakukan sejak 2018. Adapun biaya visa yang ditetapkan saat itu adalah SAR2000 atau setara Rp7,6juta.

Endang menyebut pihak Kementerian Haji Arab Saudi telah mengajukan peninjuan ulang atas kebijakan ini, bukan mengajukan pembatalan.

Terkait informasi ini, Endang mengaku sudah berkomunikasi dengan sejumlah pihak, yakni Sekretaris pribadi Menteri Haji Arab Saudi Majid al Moumeni, penanggungjawab E-Hajj Mr. Farid Mandar, dan Humas Kementerian Haji Dan Umrah Saudi.

Baca Juga: Arab Saudi Terapkan EYAB, Janjikan Layanan Cepat dan Nyaman Bagi Jamaah Haji Pulang ke Indonesia

"Keputusan terbaru adalah pengurangan nominal visa progressif dari 2000 riyal menjadi 300 riyal bagi mereka yang mengulangi atau berulangkali umrah," ujar Endang, di Jeddah, dilansir laman resmi Kemenag, Senin (9/9/2019). 

"Begitu juga dengan visa haji, nominalnya menjadi 300 riyal," lanjutnya.

Endang menyambut baik kebijakan baru ini. Menurutnya, hal itu akan meringankan jamaah dan sesuai visi 2030 Saudi itu sendiri. Adapun jamaah yang dikenakan visa progresif tersebut didasarkan pada data e-Hajj yang dikeluarkan oleh Arab Saudi.