Rupiah Naik Seiring Pasar Tunggu Hasil FOMC AS

Nusantaratv.com - 30 Januari 2023

Ilustrasi - Tumpukan uang kertas rupiah pada salah satu bank di Jakarta. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ss/mes/aa.
Ilustrasi - Tumpukan uang kertas rupiah pada salah satu bank di Jakarta. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ss/mes/aa.

Penulis: Alber Laia

Nusantaratv.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi naik seiring pasar menunggu hasil pertemuan pertama Komite Pasar Terbuka Federal atau The Federal Open Market Committee (FOMC) pekan ini.

Kurs rupiah pada Senin pagi dibuka menguat 11 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.975 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Jumat (27/1) Rp14.986 per dolar AS.

"Rupiah relatif akan bergerak sideways (datar) hari ini ke kisaran Rp14.926 per dolar AS hingga Rp15.022 per dolar AS," kata Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Reny menuturkan pada akhir bulan data-data domestik cenderung minim sehingga pelaku pasar akan lebih terpengaruh oleh sentimen dari eksternal seperti pertemuan FOMC pada pekan ini terkait kebijakan suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS).

Pergerakan tenang menjelang pertemuan kebijakan dari bank sentral AS (Federal Reserve/Fed), Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Inggris (BoE) pekan ini.

The Fed secara luas diperkirakan akan memberikan kenaikan suku bunga 25 basis poin (bps), sementara ECB dan BoE kemungkinan akan menaikkan suku bunga masing-masing sebesar 50 basis poin.

Menurut Reny, perkiraan kenaikan suku bunga acuan AS, Fed Funds Rate, sebesar 25 (bps) sesuai dengan perkembangan data-data ekonomi AS terakhir dengan tekanan inflasi yang mulai menurun.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Kamis (26/1) bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) AS meningkat pada tingkat tahunan sebesar 2,9 persen di kuartal keempat tahun 2022, meningkat pada tingkat di atas normal untuk kuartal kedua berturut-turut.

Untuk tahun 2022 secara keseluruhan, PDB AS tumbuh 2,1 persen. Dolar AS juga menguat mengikuti data PDB.

Departemen Perdagangan AS juga mencatat pesanan baru untuk manufaktur barang tahan lama AS tumbuh 5,6 persen pada Desember, setelah jatuh 1,7 persen pada November. Para ekonom memperkirakan pesanan barang tahan lama melonjak sebesar 2,5 persen.

Selain itu Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS turun 6.000 menjadi 186.000 dalam pekan yang berakhir 21 Januari, terendah sejak April 2022.

Pada Jumat (27/1) kurs rupiah ditutup turun 38 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp14.986 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.948 per dolar AS.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

(['model' => $post])