IHSG Menguat Seiring Sinyal Melambatnya Kenaikan Suku Bunga Fed

Nusantaratv.com - 24/11/2022 11:13

Petugas kebersihan melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/6/2022). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/pri.
Petugas kebersihan melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/6/2022). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/pri.

Penulis: Alber Laia

Nusantaratv.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi, menguat seiring sinyal melambatnya kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed).

IHSG dibuka menguat 22,6 poin atau 0,32 persen ke posisi 7.076,72. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,79 poin atau 0,48 persen ke posisi 1.003,29.

"Di tengah menguatnya bursa global karena risalah The Fed yang akan menaikkan suku bunga lebih kecil di Desember, IHSG pada hari ini berpeluang menguat pada kisaran 6.986-7.135," tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Bursa ekuitas Wall Street Rabu (23/11), ditutup naik setelah risalah pertemuan The Federal Reserve yang menunjukkan kenaikan suku bunga mungkin akan segera melambat.

Dow Jones Industrial Average naik 0,28 persen menjadi 34.194,06, S&P 500 menguat 0,59 persen menjadi 4.027,26, dan Nasdaq Composite meningkat 0,99 persen menjadi 11.285,32.

Risalah dari pertemuan The Fed mengisyaratkan bahwa bank sentral melihat kemajuan dalam perjuangannya melawan inflasi yang tinggi dan ingin memperkecil laju kenaikan suku bunganya pada akhir tahun ini.

Sebelumnya pada November, bank sentral menyetujui kenaikan 75 basis poin (bps) keempat berturut-turut. Sebagian besar ekonom memperkirakan kenaikan suku bunga yang lebih kecil, yaitu sebesar 50 bps pada Desember.

Sementara itu, jumlah warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran naik menjadi 240.000 klaim, lebih tinggi dari ekspektasi ekonom yang memperkirakan sebesar 225.000 klaim. Angka tersebut menandakan bahwa pasar tenaga kerja AS mungkin melemah.

Dari data, PMI Manufaktur Global S&P AS turun menjadi 47,6 pada November 2022, dari 50,4 pada Oktober, jauh di bawah perkiraan 50.

Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur AS mengalami kontraksi di mana terjadi penurunan dalam output, dan penurunan tajam dalam pesanan baru, karena kondisi permintaan terhalang oleh inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Dari Eropa, bursa ekuitas Eropa ditutup menguat pada Rabu (23/11) karena investor mencerna data ekonomi Zona Euro, serta menunggu risalah pertemuan terbaru The Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa (ECB), untuk petunjuk tentang kenaikan suku bunga pada masa mendatang.

Dari data, PMI Manufaktur Zona Euro meningkat menjadi 47,3 pada November 2022 dari bulan sebelumnya 46,4. Data tersebut menunjukkan, membaiknya situasi pasokan di Zona Euro, walaupun masih menunjukkan kontraksi pada aktivitas manufakturnya.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 340,41 atau 1,21 persen ke 28.456,15 indeks Hang Seng naik 116,33 atau 0,66 persen ke 17.640,14, indeks Shanghai meningkat 6,12 poin atau 0,2 persen ke 3.103,03, dan indeks Straits Times menguat 2,95 poin atau 0,09 persen ke 3.258,94.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in