Membiasakan Anak 'Beberes' Rumah Sejak Kecil, Akan Membuatnya Lebih Sukses Saat Dewasa

Membiasakan Anak 'Beberes' Rumah Sejak Kecil, Akan Membuatnya Lebih Sukses Saat Dewasa
Anak yang Rajin ‘Beberes’ Lebih Sukses Saat Dewasa ilustrasi (ciptaresik.com)

Nusantaratv.com - Membiasakan anak untuk ikut membereskan rumah saat masih kecil untuk sebagian orang tua memang terlihat sedikit kejam. Tapi tahukah kamu bahwa kebiasaan 'beberes' ini ternyata berpengaruh pada kesuksesan anak di masa mendatang.

Penelitian menunjukkan bahwa menyuruh anak melakukan pekerjaan rumah seperti beberes dan lain sebagainya ternyata berpengaruh baik bagi si anak. Anak akan tumbuh lebih bahagia, sehat, dan jangka panjangnya bisa menjadikan dirinya dewasa yang sukses.

Mengutip The Ledders, ketika anak terbiasa untuk merapikan mainan, tempat tidur, atau membersihkan meja sejak kecil akan membuat mereka nyaman mengerjakan itu jauh sebelum mereka menyadari itu adalah sebuah pekerjaan.

Sehingga ketika mereka dewasa dan mau tidak mau mereka harus menyelesaikan sebuah pekerjaan maka hal itu bukanlah lagi perkara sulit. Sehingga mereka merasa sudah biasa dan tidak akan menentangnya. Ini karena sejak kecil sudah terbiasa menyelesaikan sebuah pekerjaan.

“Kemampuan yang dipelajari anak sejak dini akan bertahan hampir sepanjang hidup mereka. Pekerjaan rumah mengajarkan mereka bahwa bertahan hidup sendiri itu perlu dan bergaul dengan orang lain,” kata psikolog Dr. Shane Owens kepada Fatherly.

“Dari sudut pandang evolusional, pekerjaan rumah mengajarkan anak bagaimana menjaga diri sendiri dan menjadi seseorang yang kooperatif dan produktif.”

Namun di zaman seperti sekarang ini, termasuk zaman permainan berbasis layar saat ini, anak cenderung lebih sedikit melakukan pekerjaan rumah. Ini membut orang tua perlu mengambil beberapa tindakan. Di antaranya ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Mengajarkan Kemampuan yang Berkaitan dengan Pekerjaan Rumah

Anak pada awalnya tidak memiliki kemampuan khusus apapun. Untuk itu perlu sedikit-dikit melatih anak untuk mengerjakan pekerjaan rumah mendasar. Seperti membereskan tempat tidur, mencuci piring, dan lain sebagainya.

“Anak tidak bisa belajar melakukan sesuatu jika mereka tidak diberikan kesempatan. Pekerjaan rumah seperti membersihkan diri mereka sendiri dan membantu memasak, mencuci piring, dan mencuci baju,” kata Owen.


2. Fokus pada Manajemen Waktu

Pekerjaan rumah bisa mengajarkan anak untuk memecahkan masalah besar dengan membersihkan rumah dan mengatur sesuatu dengan membereskan mainan. Ini akan menunjukkan pada anak tentang seberapa banyak waktu dan usaha yang dibutuhkan untuk mengerjakan hal tersebut.

“Anak yang mengerjakan pekerjaan rumah akan belajar tentang manajemen waktu mereka dan menunda kepuasan. Keduanya merupakan hal vital yang dibutuhkan untuk menjadi sukses,” kata Owen.

3. Jadikan Pekerjaan Rumah seperti Mitra Rumah Tangga

Kesuksesan dalam berkeluarga, berteman, dan pasangan romantis dimasa mendatang dipengaruhi oleh mengerjakan tugas rumah diusia 3 - 4 tahun. Ini berdasarkan riset yang sudah 20 tahun dari University of Minnesota.

Anak yang tidak dibiasakan mengerjakan tugas rumah sampai mereka remaja sangat benar bahwa mereka tidak bisa menjalani hubungan dengan baik. Owen mengatakan bahwa orang tua bisa mulai menyuruh anak melakukan tugas rumah sejak usia mereka 2 tahun.

Ini tentu sebelum mereka menyadari bahwa membantu orang tua adalah suatu keharusan. Pada usia tersebut, mereka akan secara tidak sadar meniru apa yang dikerjakan orang tuanya. Sekalipun itu hanya menyapu.

4. Motivasi Mereka Layaknya Bos yang Baik

University of Minnesota juga menemukan bahwa melakukan pekerjaan rumah sangat erat kaitannya dengan akademik dan kesuksesan karir. Bahkan data lain juga menyebut itu sangat berpengaruh pada tingginya IQ.

“Pekerjaan rumah mengajarkan anak bahwa kemampuan mengatur diri itu penting. Seperti berorganisasi, menjadi disiplin, dan etika bekerja. Ini juga berkaitan dengan kemampuan hubungan dengan kerjasama, kerja tim, dan menghargai satu sama lain. Jadi anak yang melakukan itu akan lebih sukses,” kata Owen.

5. Ajarkan Pentingnya Kontribusi

Keikutsertaan anak dalam melakukan pekerjaan rumah akan membuat kesehatan mental mereka lebih baik di masa dewasa terlepas dari kelas sosial dan konflik keluarga.

“Anak yang melakukan pekerjaan rumah lebih bahagia karena mereka akan merasa bahwa mereka sangat berkontribusi di keluarganya,” Owen menjelaskan.

“Pekerjaan rumah juga bagian penting di masa dewasa. Mereka yang belajar lebih awal dari sebelumnya akan lebih efisien melakukan setiap pekerjaan rumah. Dan itu akan membuat mereka lebih senang dan sehat.”(cnnindonesia.com)