Selain Pemilik Gojek, Ini Deretan Nama Lain Sukses Diperantauan :: Nusantaratv.com

Selain Pemilik Gojek, Ini Deretan Nama Lain Sukses Diperantauan

Deretan nama orang yang sukses diperantauan
Selain Pemilik Gojek, Ini Deretan Nama Lain Sukses Diperantauan
Nadiem Makarim (foto: liputan6)

Jakarta, Nusantaratv.com - Setiap manusia pasti mempunyai mimpi besar untuk mengubah nasib menjadi orang sukses. Namun, hanya segelintiran orang yang dapat merealisasikan mimpi besarnya. 

Biasanya, jejak rekam para tokoh atau visioner yang sukses pasti memilih meninggalkan kampung halaman atau menjadi anak perantau. bagi mereka hal tersebut adalah salah satu jembatan penghubung untuk meraih gelar sukses. sebab bagi mereka cakrawala terbentang lebih luas di perantauan. 

Berikut deretan nama orang yang sukses di tanah rantau yang berhasil Nusantaratv rangkum dari berbagai sumber, pada Minggu (8/9/2019). 

1. Nadiem Makarim

Pengguna moda transportasi online pasti sudah gak asing dengan sosok Nadiem Makarim. Pria ini adalah otak utama dari pembuatan aplikasi Go-Jek. Sosok yang terhitung sukses di usia muda ini ternyata pernah juga merasakan jauh dari rumah. 

Sejak SMA, ia sudah bersekolah di Singapura, lalu berlanjut kuliah ke Amerika. Meski harus merasakan jauh dari orangtua, tapi ternyata kuliah di negeri orang justru membuka cakrawala berpikirnya buat membuat sesuatu yang membantu banyak orang. 

2.Ahmad Fuadi

Kisah lainnya yang juga memotivasimu buat tak takut merantau adalah Ahmad Fuadi. Novelis ini adalah penulis buku best seller berjudul Negeri 5 Menara. Dilihat dari kisahnya, Ahmad Fuadi sudah mulai merantau sejak ia berkuliah jurusan HI di Universitas Padjajaran. 

Setelah lulus, Ahmad melanjutkan perantauan ke Amerika setelah menerima beasiswa Fullbright di bidang School of Media and Public Affairs. Bersama sang istri, Ahmad melanjutkan pendidikan sambil menjadi wartawan VOA untuk salah satu media ternama di Indonesia.

3. Iwan Sunito

Iwan juga berasal dari Kalimantan, tepatnya Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Ketika lahir, dia hidup serba kesusahan. Bahkan ketika sekolah dia pernah tinggal kelas. Namun justru itulah titik baliknya untuk memperbaiki diri dan berkembang.

Sempat membantu ayahnya berjualan kelontong, Iwan lantas mampu melanjutkan kuliah ke Australia. Bukan cuma kuliah, dia sukses menjadi pebisnis ulung bidang properti di Negeri Kanguru.

Kini, Iwan terbilang sukses dengan Crown Group miliknya yang menyasar segmen menengah-atas di Australia.

4. Kevin Sanjaya

Beratnya berada jauh dari rumah juga dirasakan oleh atlet berbakat Kevin Sanjaya. Kevin bahkan sudah meninggalkan rumah sejak berusia 11 tahun untuk mengikuti karantina di Kudus. Di tahun 2007, ia diterima PB Djarum sebagai penerima beasiswa bulu tangkis yang membuatnya harus rela berjauhan dengan keluarga.

Meski harus tinggal di asrama, Kevin dengan semangat melakukan hal tersebut. Ia mengaku harus melakukan beberapa adaptasi begitu masuk ke asrama. 

Beruntung suasana asrama cukup menyenangkan sehingga membuat Kevin merasa betah. 

Di asramanya ini Kevin mendapat pelatihan langsung dari pelatih profesional, serta bisa berkumpul bersama teman lainnya yang juga mencintai bulu tangkis.

Tapi ketika Kevin masuk ke asrama, sang ibu mengaku berat melepas Kevin tinggal di asrama. Sang ibu khawatir dengan Kevin yang sudah harus tinggal jauh dari orangtua di usianya yang masih belia.

Perjalanan Kevin setelah bergabung dengan PB Djarum tak langsung berjalan mulus. Selama tiga tahun, Kevin belum bisa tampil secara maksimal, sehingga tidak menyumbang juara untuk kategori tunggal putra. 

Kondisi ini sempat menurunkan semangat Kevin. Tapi di tengah kondisi itu, sang pelatih melihat Kevin berpotensi menjadi pemain hebat untuk kategori nomor ganda. Pelatihnya menyarankan ia untuk pindah ke Jakarta dan bergabung dengan nomor ganda, tapi Kevin menolak.

Setelah diyakinkan, Kevin akhirnya menerima tawaran tersebut. Baru beberapa bulan pindah, Kevin bersama pasangannya Kenny Putra Aviancy sukses menyabet gelar juara. 

Kejelian pelatih melihat bakat dan keputusan Kevin pergi ke Jakarta bukanlah tindakan keliru. Perjalanan panjang Kevin mulai dari masuk asrama di Kudus hingga hijrah ke Jakarta membuktikan kalau merantau tidak harus ditakutkan. Karena justru proses ini membawa Kevin menjadi pemain profesional seperti yang kita kenal saat ini.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0