Melihat Penjara Ratusan Paus Di Rusia

Melihat Penjara Ratusan Paus Di Rusia
Penjara Ratusan Paus di Rusia (Foto: Сергей Андреевич Ланин/YouTube)

Nusantaratv.com - Media rusia, Russia Today (RT), menemukan pemandangan menyedihkan di kota Nakhodka, Rusia Tenggara. Dengan bantuan drone, mereka menemukan lebih dari 100 paus terpenjara di dalam kandang kecil, yang disebut oleh aktivis sebagai “whale jail” atau penjara paus.

Ada sekitar 11 paus orca dan 90 paus beluga di penjara paus tersebut. Badan amal khusus satwa liar asal Inggris, Whale and Dolphion Conservation (WDC), menyebut angka itu adalah jumlah hewan laut terbanyak yang dikurung.

Foto drone penjara ikan paus.(msn.com)

Diduga paus-paus tersebut ditangkap dan disimpan untuk kemudian dijual dengan harga tinggi kepada taman hiburan di China. Harga yang ditawar terbilang tinggi, diperkirakan mencapai lebih dari 6 juta dolar AS atau sekitar Rp 89 miliar untuk setiap transaksi.

Telegraph melaporkan bahwa bisnis taman hiburan dengan laut di China sedang berkembang pesat. China sekarang sudah memiliki lebih dari 60 taman wisata laut dan setidaknya ada 12 lagi yang masih dalam pembangunan.

Sebenarnya ada peraturan internasional yang dikeluarkan pada 1982, yang melarang jual beli cetacea atau hewan kelompok paus, lumba-lumba, dan pesut. Berdasarkan aturan itu, cetacea hanya bisa ditangkap untuk kepentingan edukasi atau penelitian.

Tapi ada pihak yang mengakali aturan tersebut dengan ‘menyewakan’ paus malang ke pihak lainnya untuk mendapatkan untung.

Ikan Paus Beluga. (sains.kompas.com)

Menurut hasil investigasi media cetak lokal Novaya Gazeta yang dikutip Telegraph, ada empat perusahaan yang bertanggung jawab atas penjara paus ini. Keempat perusahaan itu telah mengekspor total 13 orca ke China antara tahun 2013 hingga 2016.

Di tahun 2018, mereka mendapatkan izin untuk menangkap 13 orca. Namun, izin itu kini tengah diperiksa oleh jaksa perlindungan alam Vladivostok. Selain itu, mereka juga akan diinvestigasi apakah penangkapan paus orca dan beluga untuk kepentingan penelitian atau edukasi.

Namun ada video dari media lokal yang menemukan sebuah mesin derek mengangkat seekor paus ke dalam sebuah tangki di darat. Mereka melaporkan bahwa hewan-hewan malang itu sedang disiapkan untuk dipindahkan ke lokasi yang tidak diketahui.

Sementara itu, pihak Greenpeace Rusia juga menyoroti kondisi tempat kurungan paus-paus tersebut. Menurut pengamatan ahli serta jumlah orca dan beluga di Nakhodka, penjara itu juga menyimpan paus yang masih bayi.

Penangkaran bayi paus merupakan tindakan ilegal, meski alasannya untuk kepentingan penelitian dan edukasi. Para ahli khawatir aktivitas ini tidak hanya mengganggu hewan yang sudah ditangkap, tapi juga masa depan spesiesnya.

“Menangkap mereka dengan tempo seperti ini membuat kita memiliki risiko kehilangan populasi orca secara keseluruhan,” kata koordinator riset Greenpeace Russia Oganes Targulyan.

“Kuota penangkapan sekarang adalah 13 hewan per tahun, tapi belum ada yang memperhitungkan bahwa setidaknya ada satu orca terbunuh setiap ada satu yang ditangkap,” imbuh Targulyan.(kumparan.com)