Musim Panas Sebabkan Lubang Pembuangan Arktik di Kanada Mencair

Musim Panas Sebabkan Lubang Pembuangan Arktik di Kanada Mencair
Samudra Arktik

Jakarta, Nusantaratv.com -Lubang pembuangan Arktik yang muncul di Kutub Tinggi Kanada sebagai permafrost es dikabarkan mencair dan runtuh karena perubahan iklim. Padahal sebelumnya, lubang tersebut diprediksi membeku sepanjang tahun. 

 

Melansir CNN, dari penelitian yang diterbitkan pada Senin (10/6/19) para peneliti menemukan kedalaman pencairan maksimum telah melampaui apa yang mereka harapkan terjadi pada tahun 2090. 

Dari laporan yang diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letters, di satu lokasi yakni di Mold Bay, tingkat pencairan 240% lebih tinggi dari norma sejarah. 

Antara tahun 2003 dan 2016, para ilmuwan menemukan bahwa ada rata-rata antara 150% dan 240% lebih banyak pencairan lapisan es di Kutub Tinggi Kanada, dibandingkan dengan periode antara 1979 dan 2000. 

Para ilmuwan menyalahkan serangkaian musim panas yang hangat karena merusak permafrost yang sangat dingin. Lantaran mereka mencatat bahwa ada sedikit tanah atau vegetasi untuk melindungi permafrost dari perubahan suhu. 

Antara 2004 dan 2015, para ilmuwan mengamati termokarst di tiga lokasi sepanjang 700 kilometer (435 mil) di Kutub Utara Kanada. 

Thermokast adalah istilah untuk jenis permukaan tanah yang terjadi ketika es meleleh di lapisan es, menciptakan lubang-lubang kecil seperti lubang dan lembah sebagai tanah mengendap tidak merata. 

Di Mold Bay, sebuah studi pada bulan Mei menemukan bahwa permafrost mencair dengan sangat cepat di Kutub Utara sehingga tidak hanya merusak lanskap tapi itu juga merusak peralatan ilmiah dan membuat perubahan iklim semakin buruk. 

Ketika es mencair, es ini melepaskan karbon dan gas rumah kaca ke atmosfer. Karena permafrost Arktik sekarang mencair lebih cepat dari sebelumnya, jumlah gas rumah kaca dan karbon yang lebih tinggi dapat dilepaskan. Itu akan menghangatkan planet ini lebih cepat.

 

Sumber : CNN

Terjemahan : (NTV/Cal)