Menlu AS Dorong Masyarakat Internasional Cari Cara Untuk Hentikan Iran

Pertemuan Dewan Keamanan mengenai perdamaian dan tantangan keamanan Timur Tengah, Pompeo menyerukan kerja sama yang lebih besar di kawasan itu untuk menghasilkan "pemikiran segar untuk menyelesaikan masalah lama," mengutip masalah termasuk konflik Libya dan Suriah dan keretakan di antara beberapa negara Teluk dan Qatar.
Menlu AS Dorong Masyarakat Internasional Cari Cara Untuk Hentikan Iran
Sekneg AS Mike Pompeo (takvim.com)

Washington , Nusantaratv.com -Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mendorong masyarakat internasional pada hari Selasa (20/8/19) untuk mencari cara untuk menghentikan Iran agar tidak terbelenggu dalam menciptakan gejolak baru ketika sebuah embargo senjata PBB di negara itu dan larangan perjalanan atas kepala pasukan elit Iran Quds berakhir pada Oktober 2020.

Pertemuan Dewan Keamanan mengenai perdamaian dan tantangan keamanan Timur Tengah, Pompeo menyerukan kerja sama yang lebih besar di kawasan itu untuk menghasilkan "pemikiran segar untuk menyelesaikan masalah lama," mengutip masalah termasuk konflik Libya dan Suriah dan keretakan di antara beberapa negara Teluk dan Qatar.

 Ketegangan antara Teheran dan Washington telah meningkat sejak pemerintahan Presiden Donald Trump tahun lalu berhenti dari kesepakatan internasional untuk mengekang ambisi nuklir Iran dan mulai meningkatkan sanksi.

"Sejak AS menyatakan niat kami untuk membuat semua pembelian minyak Iran menjadi nol pada bulan April, Ayatollah telah melakukan semua upaya kampanye diplomasi pemerasan," katanya, menyerukan Iran atas pelanggaran topi yang diberlakukan oleh perjanjian nuklir 2015, tes. -menghidupkan rudal balistik dan merebut tanker di Selat Hormuz.

Di bawah kesepakatan nuklir Iran, embargo senjata AS terhadap negara itu dan larangan bepergian terhadap komandan Pasukan Quds Qasem Soleimani akan berakhir tahun depan. Pasukan Quds adalah lengan luar negeri dari Pengawal Revolusi Iran (IRGC).

Pompeo mengatakan Departemen Luar Negeri AS telah memasang jam di situs webnya yang menghitung mundur untuk penghapusan langkah-langkah tersebut.

"Komunitas internasional akan memiliki banyak waktu untuk melihat berapa lama sampai Iran tidak dibelenggu untuk menciptakan kekacauan baru, dan mencari tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegah hal ini terjadi," katanya.

Duta Besar Iran untuk AS, Majid Takht Ravanchi, menuduh Amerika Serikat menyebabkan ketidakamanan dan ketidakstabilan dengan kehadiran militernya dan aliran senjata Amerika yang tak terkendali ke wilayah ini, yang telah mengubahnya menjadi bubuk tong.

"Meskipun kita tidak mencari konfrontasi, kita tidak bisa dan tidak akan tetap acuh terhadap pelanggaran kedaulatan kita. Karena itu, untuk mengamankan perbatasan dan kepentingan kita, kita akan dengan penuh semangat menggunakan hak bawaan kita untuk membela diri," katanya kepada Security Dewan.

 

 

Sumber : Reuters

Terjemahan : (NTV /Cal)