Dua Biarawati Hamil, Gereja Katolik Lakukan Investigasi

Dua biarawati diketahui hamil usai melakukan perjalanan misi mereka di Afrika.
Dua Biarawati Hamil,  Gereja Katolik Lakukan Investigasi
Ilustrasi (Facebook)

Sisilia, Nusantaratv.com - Dua biarawati diketahui hamil usai melakukan perjalanan misi mereka di Afrika. Gereja katolik pun segera melakukan investigasi mengenai berita tersebut. 

Melansir The Independent pada Kamis (7/11), dua biarawati asal Afrika dan berasal dari ordo yang berbeda di Sisilia, Italia, itu dilaporkan hamil saat menjalankan misi yang berbeda.

Biarawati pertama berusia 34 tahun dan berbasis di sebuah kapel di Militello Rosmarino, Messina mengetahui dirinya hamil saat melakukan pemeriksaan di rumah sakit setelah mengeluhkan sakit di bagian perut.

Sedangkan biarawati kedua yang berbasis di sebuah kapel di Ispica, Ragusa juga mengetahui dirinya hamil. Ia dikenal sebagai biarawati senior yang merawat para lansia.

Baca Juga : Barbar Banget! seorang Wali Kota di Bolivia Disiram Cat Hingga Digunduli Oleh Demonstran Oposisi

Dijelaskan Gubernur Kota Militello Rosmarino, Salvatore Riotta, ia mengetahui salah satu biarawati dengan baik dan menyesalkan bocornya pemberitaan tersebut.

"Ada penyesalan terhadap apa yang telah terjadi. Masyarakat kami yang terdiri dari 1.200 orang bingung dengan cara sebagian orang yang memperlakukan kabar itu sebagai rahasia, bukan sebagai sesuatu yang seharusnya ada," katanya.

Ia menambahkan bahwa biarawati yang disukai semua orang itu telah mengambil sumpah kurang dari setahun yang lalu.

Anggota dewan kesehatan Sisilia, Ruggero Razza, menuturkan ia akan mengadakan investigasi internal untuk menemukan bagaimana kabar kehamilan itu bisa diketahui publik. 

Ia juga mengungkapkan solidaritas kepada biarawati maupun ordo mereka.

Surat kabar Gazetta del Sud kemudian melaporkan penyelidikan terhadap kasus itu akan membuat kedua perempuan dapat memilih untuk meninggalkan Ordo dan merawat anak mereka.

 Biarawati berusia 34 tahun memilih untuk pindah ke ordo lain di Palermo dan biarawati senior itu memutuskan pulang ke Madagaskar.

Pada awal tahun ini, Paus Fransiskus mengakui untuk pertama kalinya bahwa Gereja Katolik sedang mengalami masalah yang berkelanjutan terkait pendeta dan uskup yang melakukan kekerasan seksual terhadap biarawati.

Untuk kasus ini, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai adanya dugaan kedua biarawati itu mengalami kekerasan. 

Ia kemudian menjelaskan bahwa ada beberapa biarawati yang dijadikan budak seks dan mengakui ada banyak solusi dan tindakan preventif yang seharusnya dilakukan.(Cal) 

Reaksi Kamu

like
2
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1