Barbar Banget! Seorang Wali kota di Bolivia Disiram Cat Hingga Digunduli oleh Demonstran Oposisi

Seorang wali kota di Bolivia dilaporkan mendapat perlakuan tak pantas dari para demonstran pendukung oposisi.
Barbar Banget! Seorang Wali kota di Bolivia Disiram Cat Hingga Digunduli oleh Demonstran Oposisi
Wali kota di Bolivia yang diserang para demonstran oposisi (Reuters)

Vinto, Nusantaratv.com - Seorang wali kota di Bolivia dilaporkan mendapat perlakuan tak pantas dari para demonstran pendukung oposisi.

Wali kota itu diseret di jalanan tanpa alas kaki, disiram dengan cat merah, hingga rambutnya pun dicukur paksa.

Melansir BBC, pada Jumat (8/11/2019) setelah beberapa jam,wali kota bernama Patricia Arce itu diserahkan kepada kepolisian Kota Vinto.

Kejadian itu merupakan peristiwa terkini dalam rangkaian bentrokan antara pendukung pemerintah dan kubu oposisi setelah pemilihan umum di Bolivia pada 20 Oktober lalu.

Baca Juga : Polisi Inggris Berhasil Identifikasi 39 Mayat dalam Truk yang Sempat Bikin Heboh

Sebelumnya diketahui, kelompok demonstran antipemerintah memblokade jembatan Vinto, sebuah kota kecil di Provinsi Cochabamba, Bolivia sebagai bagian dari demonstrasi yang menentang hasil pemilihan presiden pada 20 Oktober lalu.

Pada saat bersamaan, rumor menyebar di kalangan masyarakat bahwa dua demonstran oposisi telah dibunuh dalam bentrokan dengan para pendukung presiden petahana, Evo Morales.

Sontak saja, kerumunan demonstran yang marah kemudian menuju balai kota. 

Para pemrotes menuduh sang wali kota, Patricia Arce, mengerahkan pendukung presiden guna membubarkan blokade di jembatan.

Arce juga dituding berperan dalam kematian dua demonstran oposisi. Belakangan diketahui satu orang yang dikonfirmasi meninggal dunia.

Di tengah teriakkan "pembunuh", beberapa pria bertopeng menyeretnya di jalan tanpa alas kaki menuju jembatan.

Di sana Arce dipaksa berlutut. Para demonstran kemudian mencukur rambutnya dan menyiramnya dengan cat merah. Mereka juga memaksa perempuan tersebut menandatangani surat pengunduran diri.

Beberapa jam kemudian, Arce diserahkan ke polisi yang kemudian membawanya ke klinik.

Tak sampai di situ, bahkan kantor wali kota dibakar dan jendela-jendela balai kota juga dihancurkan para demonstran.(Cal) 

 

Reaksi Kamu

like
3
love
0
funny
0
angry
1
sad
0
wow
0