Garuda Punya Bos Baru, Komisi VI Minta Efisiensi Ditingkatkan

Dengan begitu pendapatan Garuda diharapkan meningkat, sehingga berkontribusi signifikan terhadap keuangan negara
Mochammad Rizki - Ekonomi,Jumat, 24-01-2020 07:58 WIB
Garuda Punya Bos Baru, Komisi VI Minta Efisiensi Ditingkatkan
Sondang Tiar Debora Tampubolon saat rapat kerja di DPR.

Jakarta, Nusantaratv.com - Anggota Komisi VI DPR RI Sondang Tiar Debora Tampubolon berharap pembenahan segera dilakukan pasca pergantian direksi dan komisaris PT Garuda Indonesia (Persero). 

Baca juga: Yenny Wahid Jadi Komisaris Garuda, Irfan Setiaputra Dirut 

"Jangan sampai perombakan manajemen ini hanya menjadi pengalihan isu-isu. Tapi yang pasti, inti permasalahannya harus diselesaikan terlebih dahulu," ujar Sondang, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Sikap Good Corporate Governance (GCG), kata dia, harus dihadirkan para bos anyar Garuda. Setelahnya, strategi guna menaikkan pendapatan seraya meningkatkan harga saham, dijalankan. 

"Tak kalah penting, meningkatkan efisiensi dari biaya produksi atau operasional," ucapnya. 

Efisiensi dinilai penting, mengingat kebijakan itu yang menentukan berkembang atau terpuruknya maskapai penerbangan pelat merah tersebut. Efisiensi, menurut Sondang bisa diberlakukan dengan standar operasional yang ketat, seperti yang telah diterapkan perusahaan lain. Sehingga, nantinya bukan hanya perseroan secara keuangan menjadi sehat, tapi juga memperoleh keuntungan yang berlipat dan akhirnya berkontribusi signifikan bagi negara. 

"Jangan ada kepentingan-kepentingan lain yang bisa merusak BUMN ini, termasuk unsur-unsur politis dan intervensi pihak lain," tegasnya. 

"Sehingga ke depan, Garuda bisa memberikan kontribusi yang besar untuk negara. Karena saat ini negara masih membutuhkan dana untuk pengembangan infrastruktur lain di berbagai wilayah," imbuh Sondang. 

Adapun terkait permintaan penurunan harga tiket pesawat, Sondang memandang keputusan itu juga ditentukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sebab dalam regulasi yang dibuat instansi pimpinan Budi Karya Sumadi ini, ada tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) harga tiket pesawat. 

Bagi Sondang, yang menjadi skala prioritas saat ini ialah bagaimana jajaran direksi segera belajar mengenai dunia penerbangan. Sehingga setelahnya mampu membuat peta masalah dan mencarikan solusinya. Pemerintah tak terkecuali DPR, pun diharapkan mendukung upaya perbaikan Garuda. 

"Kalau memang perlu perombakan organisasi, atau SOP dan tatakelola perusahan, ya tak masalah. Namun juga jangan mengenyampingkan aturan-aturan yang sudah berlaku," tutur jebolan Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Lebih lanjut, anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR ini menyambut baik pemilihan Yenny Wahid sebagai Komisaris Independen Garuda. Tapi, kata dia, yang paling utama ialah bagaimana kehadiran Yenny bisa memberikan sumbangsih nyata bagi BUMN tersebut. 

"Tidak hanya sebatas isu gender semata, itu sudah isu lama," tandas perempuan 36 tahun.

Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda menetapkan Irfan Setiaputra sebagai direktur utama yang baru, menggantikan Ari Ashkara yang dicopot Menteri BUMN Erick Thohir, Rabu (22/1/2020). Selain itu diputuskan Triawan Munaf menjadi Komisaris Utama Garuda. Di samping keduanya, sejumlah nama mengisi jajaran komisaris dan direksi Garuda, salah satunya putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0