Diblokir di India, TikTok Bantah Berbagi Data Pengguna dengan Cina

TikTok dimiliki oleh ByteDance China dan merupakan salah satu dari 59 aplikasi seluler Cina yang diblokir India
Sarah Fiba - Dunia,Selasa, 30-06-2020 14:26 WIB
Diblokir di India, TikTok Bantah Berbagi Data Pengguna dengan Cina
(AFP)

Nusantaratv.com- TikTok membantah berbagi data pengguna India dengan pemerintah Cina, setelah New Delhi melarang aplikasi yang sangat populer itu dalam memburuknya hubungan dengan Beijing dua minggu setelah bentrokan perbatasan yang mematikan.

"TikTok terus mematuhi semua persyaratan privasi dan keamanan data menurut hukum India dan belum membagikan informasi pengguna kami di India dengan pemerintah asing, termasuk pemerintah Cina," kata ketua TikTok India Nikhil Gandhi dalam sebuah pernyataan dikutip CNA, Selasa (30/6/20).

Baca Juga : India Larang Warganya Main TikTok, Gegara Corona?

"Lebih jauh jika kami diminta di masa depan, kami tidak akan melakukannya. Kami menempatkan kepentingan tertinggi pada privasi dan integritas pengguna," katanya.

TikTok dimiliki oleh ByteDance China dan merupakan salah satu dari 59 aplikasi seluler Cina yang dilarang Senin malam oleh pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi.

Diperkirakan ada sekitar 120 juta pengguna TikTok di India, menjadikan negara Asia Selatan dengan 1,3 miliar orang sebagai pasar internasional terbesar aplikasi.

Kementerian Teknologi Informasi India mengatakan bahwa aplikasi terlibat dalam kegiatan merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara dan ketertiban umum.

Pengumuman itu muncul setelah 20 tentara India terbunuh pada 15 Juni dalam bentrokan tangan kosong dengan pasukan Cina dalam kekerasan mematikan pertama di perbatasan Himalaya yang disengketakan dalam 45 tahun. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0