Wow! Ilmuwan Hadirkan Sensor Mobil Otonom yang Terinspirasi dari Otak Serangga

Nusantaratv.com - 19/01/2023 10:04

Ilustrasi. Mobil otonom. (Engadget)
Ilustrasi. Mobil otonom. (Engadget)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Mobil otonom (self-driving) biasanya menggunakan teknologi radar atau LiDAR untuk menghindari tabrakan dengan kendaraan lain. 

Mengutip New Atlas, Kamis (19/1/2023), para ilmuwan kini telah menciptakan sistem yang jauh lebih sederhana yang terinspirasi oleh serangga dimana dapat melayani tujuan yang sama dengan lebih efisien, yakni pada malam hari.

Meskipun sistem radar, LiDAR, dan visi komputer semuanya cukup efektif untuk menjaga mobil otonom agar tidak menabrak benda, modul sebenarnya sendiri hanya dapat diminiaturkan sampai batas tertentu. Sistem tersebut juga membutuhkan tenaga yang besar, ditambah mereka umumnya menambah kerumitan kendaraan.

Mencari alternatif yang lebih kecil, lebih sederhana, serta lebih hemat energi, Asosiasi Pennsylvania State University, Profesor Saptarshi Das dan rekannya melihat dunia serangga. Lebih khusus lagi, mereka mempelajari sirkuit saraf yang mencegah serangga seperti belalang bertabrakan dengan objek, dan agar tidak tertangkap oleh predator pada saat terbang.

Sensor optoelektronik yang dihasilkan menggabungkan delapan 'memtransistor' fotosensitif yang terbuat dari lapisan molibdenum disulfida, dan diatur dalam bentuk sirkuit. Ukurannya hanya 40 mikrometer persegi, dan menggunakan beberapa pikojoule energi.

Menurut universitas, ini puluhan ribu kali lebih kecil dari jumlah yang dibutuhkan oleh sensor penghindaran tabrakan konvensional.

Digunakan pada malam hari, perangkat itu mengukur jarak relatif mobil hanya dengan mengukur perubahan intensitas lampu depannya, dimana semakin terang lampunya, semakin dekat mobilnya. 

Ketika diuji dalam skenario mengemudi kehidupan nyata, sensor mampu memprediksi kecelakaan dua kendaraan dalam dua hingga tiga detik sebelum terjadi. Meskipun sepertinya tidak banyak, kemungkinan akan cukup waktu bagi sistem penggerak otonom (atau pengemudi itu sendiri) untuk mengambil tindakan korektif.

Dan meskipun teknologinya mungkin tidak akan menggantikan sistem yang ada, para ilmuwan menyatakan, "Kami sangat yakin bahwa detektor tabrakan yang diusulkan dapat menambah sensor yang ada yang diperlukan untuk memastikan keselamatan kendaraan otonom."

Penelitian tersebut dijelaskan dalam makalah yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal ACS Nano.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in