Microsoft PHK 10 Ribu Karyawan

Nusantaratv.com - 19/01/2023 11:30

Ilustrasi. Microsoft. (Net)
Ilustrasi. Microsoft. (Net)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS), Microsoft bakal melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) terhadap sekitar 10.000 karyawan.

Pengurangan tenaga kerja itu berlangsung hingga akhir kuartal ketiga (Q3) 2023. "Pemangkasan itu terjadi sebagai respons terhadap kondisi ekonomi makro dan perubahan prioritas pelanggan," kata CEO Microssoft Satya Nadella dalam sebuah memo kepada karyawan, seperti dikutip dari The Verge, Kamis (19/1/2023). 

Dimana lebih dari 800 karyawan telah diberitahu, namun 10.000 karyawan yang terkena dampak PHK harus diselesaikan pada akhir Maret. Kendati Microsoft melakukan PHK, namun Nadella mengatakan perusahaan bakal terus merekrut tenaga kerja di area strategis utama. 

Karyawan Microsoft di AS yang terkena dampak akan menerima upah pesangon di atas ketentuan yang berlaku, perlindungan perawatan kesehatan selama enam bulan, melanjutkan vesting saham selama enam bulan, layanan transisi karir, dan pemberitahuan 60 hari sebelum PHK.

Microsoft saat ini memiliki lebih dari 220.000 karyawan, dan putaran terakhir PHK ini memengaruhi sekitar 5 persen tenaga kerjanya. Pemotongan ini juga jauh lebih besar daripada pemotongan 1 persen yang dibuat Microsoft untuk tenaga kerjanya tahun lalu. 

Sumber yang mengetahui PHK Microsoft memberi tahu jika PHK yang terjadi pada Rabu (18/1/2023) waktu setempat itu memengaruhi karyawan yang bekerja di HoloLens dan Microsoft Edge. Begitu juga mereka yang bekerja di divisi pemasaran Microsoft serta di 343 Industries dan Bethesda yang juga akan terkena dampak pemangkasan karyawan.

Dalam memo Nadella, dia juga mengungkapkan jika perusahaan mengambil US$1,2 miliar dari pendapatan Q2 yang akan jatuh tempo pekan depan. Dana tersebut terkait dengan biaya pesangon, perubahan pada portofolio perangkat keras, dan biaya konsolidasi sewa karena menciptakan kepadatan yang lebih tinggi di seluruh ruang kerja perusahaan.

Microsoft akan mengumumkan pendapatan kuartal kedua (Q2) 2023 pada 25 Januari, dan pemotongan serta biaya US$1,2 miliar jelas menunjukkan beberapa target pendapatan yang terlewatkan di bagian bisnis Microsoft. 

Microsoft mengakhiri tahun fiskal 2022 dengan pendapatan US$198 miliar dan pendapatan operasional US$83 miliar, dan dengan Microsoft Cloud-nya melampaui US$100 miliar pendapatan tahunan untuk pertama kalinya.

Putaran pemotongan ini adalah salah satu yang terbesar yang pernah dilakukan Microsoft, melampaui pengurangan 5.800 karyawan pada 2009 dan kedua dari 18.000 posisi yang dipotong pada 2014. Namun pengurangan pada 2014 itu terjadi tak lama setelah Nadella diangkat sebagai CEO dan melibatkan pemberhentian sekitar 12.500 mantan karyawan Nokia.

Microsoft adalah yang terbaru dalam jajaran perusahaan teknologi besar yang mengumumkan PHK. Meta mengumumkan PHK yang memengaruhi 11.000 karyawan tahun lalu, dan PHK besar-besaran Amazon akan memengaruhi 18.000 karyawan.

PHK di Microsoft terjadi hanya beberapa hari setelah perusahaan menerapkan kebijakan cuti tak terbatas yang baru. Karyawan Microsoft yang memiliki saldo liburan yang tidak terpakai akan mendapatkan pembayaran satu kali pada April, dan manajer akan dapat menyetujui "Waktu Istirahat Bebas" tanpa batas. 

Kebijakan tersebut mendapat tanggapan beragam secara internal di Microsoft, dengan beberapa karyawan menyukai fleksibilitas dan yang lainnya memperingatkan kurangnya hari dan tunjangan yang dijamin.

Pemotongan itu juga terjadi hanya beberapa pekan setelah Nadella mengisyaratkan jika Microsoft dan perusahaan teknologi lainnya akan menghadapi tantangan dua tahun ke depan. 

Dalam sebuah  wawancara dengan CNBC, Nadella mengakui Microsoft tidak "kebal terhadap perubahan global" dan berbicara tentang perlunya perusahaan teknologi menghadirkan efisiensi.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in