Digitalisasi Penyiaran Bukan Sekadar Alih Teknologi

Kalau kita bicara migrasi dari analog ke digital itu kan suatu persoalan teknologi. Teknologi sudah selesai. Penekanan bahwa pemindahan atau migrasi analog ke...

KPID Jakarta sudah memiliki program untuk mensosialisasikan kepada masyarakat di mana nantinya dimulai dengan deklarasi. Akan turun ke lapangan bersama pemerintah daerah?

Betul. Bukan hanya pemerintah daerah tetapi juga ingin melibatkan semua pemangku kepentingan penyiaran. Karena kita tekankan bahwa penyiaran digital ini bukan pada persoalan industri penyiaran atau di pemerintah atau KPID. Karena masyarakat atau sering terjebak bahwa digitalisasi ini bukan hanya sekadar alih teknologi. Kalau kita bicara tentang teknologi kita sudah waktunya karena kita sudah memasuki revolusi industri 4.0 salah satunya adalah digital.

Ada isu yang paling kuat dan masyarakat juga harus mengerti. Kalau hanya teknologi semuanya sudah siap. Tinggal bagaimana masyarakat dikenalkan. Ada waktu kurang lebih 1 tahun supaya masyarakat tidak shock ketika nanti televisinya mati sudah antisipasi jauh-jauh hari. 

Kira-kira ketika kita sudah ASO nanti apa saja yang diantisipasi atau masalah-masalah apa saja yang bisa dibaca dari sekarang agar masyarakat tidak menjadi gagap atau ada kendala lainnya?

Kalau kita bicara migrasi dari analog ke digital itu kan suatu persoalan teknologi. Teknologi sudah selesai. Penekanan bahwa pemindahan atau migrasi analog ke digital itu bukan persoalan teknologi semata. Artinya apa? Kita juga harus lihat tata kelola penyiaran digital berbeda dengan analog. 

Misalnya ada isu yang cukup kuat mengenai content siaran. Kita bisa bayangkan konten siaran. Inhouse production atau produksi siaran itu mahal investasi yang tidak bisa terukur. Kalau memindahkan alat itu jelas investasinya. Tapi bagaimana konten siaran? Apakah semua televisi atau industri penyiaran bisa memenuhi? Ini yang menjadi perhatian buat kita. Jangan sampai nanti setelah digital programnya tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Karena digital ini akan kita coba lebih spesifik. 

Dengan digital ini kita berharap konten kreatif. Kita bisa menghitung berapa jumlah televisi ini berapa yang dibutuhkan kontennya. 

Kenapa UU Penyiaran itu masih ada celah kelemahannya atau belum dijalankan maksimal mengenai konten siaran lokal. Konten siaran lokal itu tidak mudah dilakukan. Itu menjadi PR yang belum terselesaikan. Karena siaran lokal itu bebannya ada di indsutri penyiaran. Harusnya semua elemen ini juga menitikberatkan ikut membantu dalam mengembangkan konten lokal. Maka itu dengan adanya digitalisasi ini kita berharap industru konten akan tumbuh berkembang. 

Kita bisa melihat fenomena Youtube. Youtube banyak orang bisa mengupload. Digitalisasi ini kita punya media. Bahkan kita arahkan bahwa salah satu konsepnya itu lokal. Artinya kepentingan masyarakat lokal itu terpenuhi. Misalnya nanti ada televisi yang berbasisi pariwisata. 

Jadi isu digitalisasi itu jangan hanya sebatas peralihan teknologi. Tetapi banyak sekali. 

Potensi manfaat yang diperoleh masyarakat dari konten-konten ini apa saja terutama masyarakat di daerah dan pelosok?

Dengan adanya kebutuhan konten tentunya akan membuka lapamngan pekerjaan meningkatkan perkapita. Di satu sisi industri akan mendapatkan konten-konten yang sesuai dengan keinginan masyarakat. Selama ini industri terlalu mengkonstruksi kejadian sosial diangkat ke konstuksi media massa. Boleh. Itu sah. Tetapi dengan adanya banyak konten-konten industri bisa terbantu. 

Nusantara Petang hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Petang setiap hari Senin - Jumat jam 17.30 hanya di Nusantara TV   

Login dengan
LIVE TV & NETWORK