Siswa yang Tenteng Celurit untuk Takuti Guru Akhirnya Minta Maaf

Kedua belah pihak sepakat tak membawa persoalan ini ke jalur hukum
Siswa yang Tenteng Celurit untuk Takuti Guru Akhirnya Minta Maaf
Tangkapan layar akun Instagram merapi_news

Jakarta, Nusantaratv.com - Siswa yang menenteng celurit untuk meminta balik ponselnya yang disita guru, akhirnya meminta maaf. Melalui orangtuanya, Tomo Sumito, siswa SMPN 5 Ngawen itu menyampaikan permohonan maaf. Sebaliknya, pihak guru yang diwakili kepala sekolah juga memberi maaf.

Aksi balas dendam juga disepakati tak terjadi atau berlanjut. Kedua belah pihak pun berjanji tak melaporkan peristiwa itu ke kepolisian. Kejadian ini dinilai hanya sebatas kesalahpahaman semata.

Ke depan, anak Tomo diminta mematuhi aturan yang berlaku di sekolah. Seluruh kesepakatan ini dibuat dalam perjanjian tertulis.

Berikut bunyi kesepakatan yang diinformasikan akun Instagram @merapi_news:

Pihak 1 (Tomo Sumito

Pihak 2 (Sriyana (Kepala SMP N 5 Ngawen)

1. Pihak pertama sanggup meminta maaf kepada pihak kedua atas kejadian tersebut dan pihak kedua memberi maaf kepada pihak pertama

2. Pihak pertama tetap tunduk pada tata tertib sekolah yang berlaku selama menajdi peserta didik di SMP N 5 Ngawen

3. Kedua belah pihak tidak ada unsur dendam di kemudian hari

4. Kedua belah pihak sanggup untuk tidak membuat laporan polisi terkait siapapun dan apapun yang berhubungan dengan kesalahpahaman tersebut

Sebelumnya, seorang siswa di Gunung Kidul membawa senjata tajam kala hendak mengambil ponselnya yang disita oleh guru sekolahnya. Ponselnya disita lantaran siswa tersebut kerap memakai perangkat itu untuk main game online. Rekaman video peristiwa ini beredar luas di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @yuni_rusmini.