China: Pintu ke Xinjiang Selalu Terbuka untuk PBB

Sebelumnya beredar kabar China telah melakukan genosida di Xinjiang

Ilustrasi genosida terhadap umat Islam di China / Foto: Ist

Nusantaratv.com - Pemerintah China mempersilakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) datang untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM terkait tuduhan genosida terhadap etnis Uighur dan minoritas Muslim lainnya di Xinjiang.

Hal itu dikatakan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi setelah Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Michelle Bachelet menyatakan ingin mengunjungi Xinjiang.

"Pintu ke Xinjiang selalu terbuka. Orang-orang dari banyak negara yang mengunjungi Xinjiang telah mempelajari fakta dan kebenaran di lapangan," kata Menteri Luar Negeri China, Wang Yi dikutip Reuters.

"China juga menyambut Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia untuk mengunjungi Xinjiang," sambungnya.

Sebelumnya, aktivis dan pakar hak asasi manusia PBB mengatakan setidaknya sekitar 1 juta umat Muslim ditahan di kamp-kamp Xinjiang.

Namun China menyangkal dan mengatakan kalau kamp-kamp itu justru memberikan pelatihan kejuruan dan diperlukan untuk melawan ekstremisme.

Dalam pernyataan di Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Wang juga mengatakan bahwa mereka mengambil tindakan kontra-terorisme sesuai dengan hukum.

"stabilitas sosial dan perkembangan yang baik" setelah empat tahun tanpa kasus terorisme"," jelasnya.

Selain itu, Wang juga menjelaskan bahwa ada 24.000 masjid di Xinjiang, di mana orang-orang dari kelompok etnis manapun dapat menikmati hak-haknya.

"Fakta dasar ini menunjukkan bahwa tidak pernah ada yang disebut genosida, kerja paksa, atau penindasan agama di Xinjiang," ujarnya.

"Tuduhan yang menghasut seperti itu dibuat karena ketidaktahuan dan prasangka, itu hanya publisitas berlebihan yang jahat dan didorong secara politik, dan jauh dari kebenaran," ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah mendukung keputusan bahwa China telah melakukan genosida di Xinjiang.

Bahkan, Biden juga mengatakan Amerika Serikat harus siap menjatuhkan hukuman ke China.

Tak hanya itu saja, para menteri luar negeri di berbagai negara mengecam tindakan China terhadap etnis minoritas Uighur di Xinjiang.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK