BMKG: Ancaman Cuaca Ekstrem Masih Potensial

Kita harus tetap waspada kejadian-kejadian bencana baik cuaca ekstrem ataupun dampak-dampak yang lain seperti longsor banjir dan sebagainya masih cukup potensial....

Lima provinsi di Pulau Jawa kecuali Daerah Istimewa Yogyakarta berstatus siaga banjir. Hal ini sesuai dengan peringatan dini bahaya banjir dampak hujan lebat yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Lalu apa yang harus diwaspadai  masyarakat terkait peringatan dini bahaya banjirini?

Topik ini menjadi pembahasan Host Muhammad Irsal bersama narasumber  Kabid Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin dalam Dialog Nusantara Siang yang disiarkan NusantaraTV, Senin (8/2/2021). 

Kabid Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudinmenjelaskan informasi bahaya siaga banjir untuk lima wilayah yang disampaikan oleh BKMG itu adalah untuk periode tanggal 7 Februari 2021. Jadi memang beberapa hari yang lalu peningkatan curah hujan cukup signifikan di wilayah tersebut seperti di wilayah Banten, DKI Jakarta, termasuk Jabodetabek potensi hujannya cukup lama dua hari kemarin. Kemudian Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Untuk periode berikutnya prediksi hujan lebat dengan dampak banjir atau banjir bandang ada di beberapa wilayah yang lain termasuk di Jawa Tengah. Dua hingga tiga hari ke depan masih harus waspada terutama untuk wilayah Jawa Tengah bagian utara yang beberapa hari ini di Semarang banjirnya cukup signifikan. Dan kelihatannya untuk potensi hujan lebat di wilayah tersebut juga masih bisa terjadi intensitas lebat untuk sebagian besar wilayah Jateng

Musim penghujan biasanya terjadi di akhir tahun tetapi beberapa tahun ini memang terjadi di awal tahun hingga Februari ke Maret. Apa yang bisa dijelaskan dari BMKG terkait curah hujan yang jauh di jadwal yang seharusnya?

Yang perlu dipahami musim hujan itu sudah berlangsung sejak November berlanjut ke Desember. Sekarang puncaknya masih berlangsung antara Januari, Februari di sebagian besar wilayah Indonesia periode. Di sebagian besar wilayah Jawa puncak hujan masih berlangsung sampai akhir Februari. 

Jadi selama periode tersebut terutama di bulan ini kita harus tetap waspada kejadian-kejadian bencana baik cuaca ekstrem ataupun dampak-dampak yang lain seperti longsor banjir dan sebagainya masih cukup potensial. Paling tidak sampai awal Maret. 

Ketika intensitas hujan yang biasa disebut BMKG berawan atau hujan ringan hujan sedang hingga berat atau lebat. Apa yang mempengaruhi curah hujan dengan intensitas beragam tersebut?

Jadi kalau untuk kondisi cuaca tentunya variatif artinya ada suatu kondisi di mana hanya berawan kemudian  hujan lebat. Untuk kondisi-kondisi saat ini ketika kita sudah memasuki periode hujan ada beberapa dinamika atmosfere yang cukup signifikan berperan dalam hal pertumbuhan awan hujan kemudian nanti menimbulkan curah hujan yang sangat lebat bahkan ekstrem. Misalkan seperti Monsoon Asia yang saat ini memang sedang aktif yang menandakan bahwa musim hujan sedang berlangsung kemudian ada beberapa fenomena yang bisa berlangsung dalam skala mingguan misalkan adanya MJO (Madden- Julian Oscillation) dan gelombang atmosfir lainnya. Kemudian ada saat ini di wilayah selatan Indonesia sedang musim siklon tropis. Ketika siklon tropis bisa terjadi atau terbentuk di wilayah Australia ini yang bisa berdampak terhadap peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa.

Untuk kondisi saat ini, untuk dua hari ke depan untuk wilayah DKI Jakarta memang kondisinya masih pada level waspada artinya menurun dibandingkan dua hari sebelumnya. Sedangkan untuk wilayah Jawa tengah ada level yang masih siaga terutama untuk wilayah Jateng bagian utara termasuk Pemalang, Semarang dan sekitarnya.

Kemudian ada beberapa titik di wilayah Jawa Timur juga posisinya masih cukup siaga terutama wilayah Banyuwangi yang harus mewaspadai siaga banjir.

Nusantara Siang hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Petang setiap hari Senin - Jumat jam 11.00 WIB hanya di Nusantara TV  

Login dengan
LIVE TV & NETWORK