Komentar Iran Tentang Perkembangan Kesepakatan Nuklir dengan Eropa

Iran telah mengatakan akan melanggar batas kesepakatan pada kegiatan nuklirnya satu per satu, meningkatkan tekanan pada negara-negara yang masih berharap untuk menyelamatkannya.
Komentar Iran Tentang Perkembangan Kesepakatan Nuklir dengan Eropa
Bendera Iran (New York Times)

Teheran, Nusantaratv.com - Iran mengatakan pada Rabu (4/9/19) bahwa pihaknya akan mengurangi komitmen di bawah kesepakatan nuklir tahun 2015 jika pihak-pihak Eropa gagal melindungi ekonomi Teheran dari sanksi yang diberlakukan kembali oleh Amerika Serikat setelah Washington keluar dari perjanjian tahun lalu.

"Tidak ada artinya untuk melanjutkan komitmen sepihak pada kesepakatan jika kita tidak menikmati manfaatnya seperti yang dijanjikan oleh pihak-pihak Eropa dari kesepakatan itu," Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan dalam konferensi pers bersama dengan rekannya dari Rusia di Moskow.

Iran telah mengatakan akan melanggar batas kesepakatan pada kegiatan nuklirnya satu per satu, meningkatkan tekanan pada negara-negara yang masih berharap untuk menyelamatkannya.

Teheran telah mengancam untuk mengambil langkah lebih lanjut pada 6 September, seperti memperkaya uranium hingga 20% atau memulai kembali sentrifugal mothballed, mesin yang memurnikan uranium untuk digunakan sebagai bahan bakar di pembangkit listrik atau, jika sangat diperkaya, dengan senjata.

"Langkah ketiga telah dirancang dan akan lebih kuat dari langkah pertama dan kedua untuk menciptakan keseimbangan antara hak-hak Iran dan komitmen untuk JCPOA," kantor berita negara IRNA mengutip juru bicara kementerian luar negeri Abbas Mousavi mengatakan pada hari Senin.

Baca Juga : Iran Beri Waktu Dua Bulan ke Negara-negara Eropa Untuk Selamatkan Kesepakatan Nuklir

Zarif  memperingatkan Uni Eropa atas komitmen nuklir. Namun, Iran sebelumnya menekankan bahwa langkah-langkah ini dapat dibalikkan jika para penandatangan pakta Eropa memenuhi kewajiban mereka.

Presiden Donald Trump tahun lalu keluar dari perjanjian antara Iran dan enam kekuatan dunia yang bertujuan untuk mengekang program nuklir Teheran, yang diduga Barat berusaha untuk membuat senjata nuklir, sebagai imbalan atas pencabutan banyak sanksi internasional terhadap Teheran.

Washington juga telah menerapkan kembali sanksi terhadap ekspor minyak Iran. Iran menyangkal pernah mencari senjata nuklir.

Melansir Reuters, Iran ingin mengekspor minimal 700.000 barel minyak per hari dan idealnya hingga 1,5 juta barel per hari jika Barat ingin bernegosiasi dengan Teheran untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir. Ekspor minyak Iran telah anjlok karena sanksi AS, yang juga menyulitkan negara untuk menerima pembayaran melalui bank.

Sumber : Reuters
Terjemahan : (NTV /Cal)

Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0