Carrie Lam Minta Maaf Pada Warga Hong Kong

Kepala eksekutif mengeluarkan permintaan maaf langka satu hari setelah dia menunda RUU ekstradisi tanpa batas waktu, yang memicu salah satu protes paling keras di kota dalam beberapa dekade.
Carrie Lam Minta Maaf Pada Warga Hong Kong
Demonstran di Hong Kong yang menolak ekstradisi

Jakarta, Nusantaratv.com -Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, meminta maaf pada hari Minggu (16/6/19) ketika ratusan ribu pemrotes berpakaian hitam mempertahankan seruannya untuk mengundurkan diri atas penanganan RUU ekstradisi yang akan memungkinkan orang dikirim ke Cina daratan untuk diadili. 

 

Kepala eksekutif mengeluarkan permintaan maaf langka satu hari setelah dia menunda RUU ekstradisi tanpa batas waktu, yang memicu salah satu protes paling keras di kota dalam beberapa dekade. 

 

Seorang juru bicara pemerintah mengatakan bahwa pekerjaan pemerintah yang buruk atas RUU tersebut telah menyebabkan kontroversi dan perselisihan substansial di masyarakat, menyebabkan kekecewaan dan kesedihan.

 

 

" Lam meminta maaf kepada orang-orang Hong Kong untuk ini dan berjanji untuk mengambil sikap yang paling tulus dan rendah hati untuk menerima kritik dan melakukan perbaikan dalam melayani publik,"katanya Melansir Reuters. 

 

 

Para pengunjuk rasa membentuk lautan hitam di sepanjang jalan, jalan setapak dan stasiun kereta api di seluruh pusat keuangan Hong Kong untuk melampiaskan frustrasi dan kemarahan mereka pada rancangan undang-undang tersebut dan pemerintah menangani demonstrasi yang dihasilkan.

 

 Penangguhan dramatis RUU Sabtu adalah salah satu retret politik paling signifikan oleh pemerintah Hong Kong sejak Inggris mengembalikan wilayah itu ke Cina pada tahun 1997, dan itu mempertanyakan kemampuan Lam untuk terus memimpin kota.

 

 Protes juga merupakan yang terbesar di Hong Kong sejak Presiden Cina Xi Jinping berkuasa pada 2012 dan menimbulkan tantangan bagi kepemimpinan di Beijing saat mereka bergulat dengan meningkatnya ketegangan perdagangan dengan Washington dan melambatnya pertumbuhan ekonomi. 

 

Para kritikus mengatakan undang-undang ekstradisi yang direncanakan dapat mengancam kedaulatan hukum Hong Kong dan reputasi internasionalnya sebagai pusat keuangan Asia. Beberapa taipan Hong Kong sudah mulai memindahkan kekayaan pribadi ke luar negeri.

 

Sumber : Reuters

Terjemahan : (NTV/Cal)