WHO Ungkap 99 Persen Kasus Cacar Monyet adalah Laki-laki dan Gay

Nusantaratv.com - 28/06/2022 22:20

Ilustrasi penderita cacar monyet/ist
Ilustrasi penderita cacar monyet/ist

Penulis: Harry Prasetyo

Nusantaratv.com-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus memantau perkembangan wabah cacar monyet yang terus menyebar. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak pemerintah di seluruh dunia untuk meningkatkan pengawasan, pelacakan kontak, dan pengujian agar orang berisiko bisa memiliki akses perawatan memadai. 
Pasalnya sejak awal Mei, WHO telah mengidentifikasi setidaknya 3.000 kasus cacar monyet di lebih dari 50 negara.

"Apa yang membuat wabah saat ini paling mengkhawatirkan adalah penyebaran yang cepat dan terus berlanjut ke negara dan wilayah baru," ungkap Tedros, Selasa (28/6/2022).

"(Disertai) risiko penularan lebih lanjut dan berkelanjutan ke populasi yang rentan termasuk orang-orang yang mengalami gangguan kekebalan, wanita hamil dan anak-anak," imbuhnya, mengutip detikcom.

Diketahui, cacar monyet paling banyak menyebar melalui kontak fisik dekat dengan orang terinfeksi, atau bahan yang terkontaminasi virus cacar monyet seperti pakaian atau sprei yang digunakan bersama-sama. Selain itu, virus bisa menyebar melalui tetesan pernapasan jika orang yang terinfeksi memiliki lesi di tenggorokan atau mulut.

Penularan ini membutuhkan kontak tatap muka secara berkelanjutan lantaran cacar monyet diyakini tidak menular lewat partikel aerosol.

WHO mencatat, wabah cacar monyet kini paling banyak mempengaruhi pria gay dan biseksual. Terutama, yang melakukan hubungan seks dengan pasangan baru, atau bergonta-ganti pasangan.

Dari 468 pasien cacar monyet, 99 persen di antaranya adalah laki-laki. Sebagian besar dari pasien tersebut diidentifikasi sebagai pria yang berhubungan seks dengan pria dan memiliki usia rata-rata 37 tahun.

Namun demikian, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan siapa pun bisa tertular cacar monyet lewat kontak dekat, terlepas dari orientasi seksual.

Cacar monyet umumnya diawali dengan gejala yang mirip dengan flu seperti demam, sakit kepala, nyeri tubuh, kedinginan, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Kemudian, muncul ruam berbentuk jerawat atau lecet di tubuh. Biasanya, pasien cacar monyet paling menularkan virus ketika sedang mengalami ruam-ruam.

Beberapa pasien pada wabah saat ini juga mengalami ruam pada alat kelamin dan anus sebelum menunjukkan gejala mirip flu. Namun pada sejumlah kasus lainnya, pasien mengalami ruam tanpa gejala mirip flu sama sekali.


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in

Berita Terkait
Ilustrasi kopi-1660110337
“Untag Banyuwangi Bangga Berkebaya”.-1660060594
Baking soda-1660058621