Waspada! Hepatitis Misterius Lebih Banyak Serang Anak Usia di Bawah 10 Tahun

Nusantaratv.com - 08/05/2022 18:10

Anak-anak/ist
Anak-anak/ist

Penulis: Andi Faisal | Editor: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Penyakit hepatitis 'misterius' yang pertama kali ditemukan di Inggris diduga telah menyebar di Indonesia. Bahkan, baru-baru ini dikabarkan ada tiga pasien anak yang diduga meninggal dunia akibat terinfeksi hepatitis 'misterius' di DKI Jakarta. 

Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab terjadinya wabah hepatitis 'misterius'.

Berdasarkan analisis sementara Kementrian Kesehatan, hepatitis 'misterius' diduga akibat beberapa virus yang berperan, satu di antaranya adalah Adenovirus 41.

Dokter Spesialis Anak, Hanifah Oswari, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan, penyakit hepatitis misterius yang saat ini terjadi, terbilang berat dan datang dalam waktu bersamaan serta cepat.

Menurut Hanifah, antara hepatitis A, B, C, D, E dan kasus yang saat ini terjadi memiliki gejala berbeda.

Hal itu karena bukan disebabkan virus hepatitis A, B, C dan E. Hepatitis 'misterius' itu menyerang anak-anak di bawah usia 16 tahun, dan lebih banyak menyerang anak usia di bawah 10 tahun.

Gejala awal yang banyak dilaporkan adalah menyerang saluran pencernaan, seperti diare, mual, muntah, dan sakit perut.

"Berdasarkan laporan yang ada, gejala awalnya yaitu di Gastrointestinal (saluran cerna) terlebih dahulu. Kadang- kadang disertai demam ringan," kata Hanifah.

Selanjutnya akan terjadi gejala ke arah hepatitis yaitu anak mengeluarkan air kecil seperti teh warnanya, air besarnya pucat, matanya atau kulitnya bila diperhatikan berwarna kuning.

Jika dokter pada saat memeriksa kadar SGOT atau SGPT yaitu enzim hati didapatkan salah satu atau kedua enzim itu meningkat di atas 500 gastrominal limit per mililiter (ml) dan berlanjut lagi gejalanya, pasien akan mengalami gangguan pembekuan darah.

Setelah itu, pasien anak akan mengalami penurunan kesadaran yang dapat berlanjut menjadi kematian bila pasien tidak dilakukan transplantasi hati.

Untuk itu, Hanifah meminta para orang tua untuk selalu waspada jika menemukan tanda atau gejala yang sama.

"Jadi kita harus waspada jika anak-anak kita mengalami gejala saluran cerna seperti tadi dan dicurigai bisa mengarah ke arah hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya itu, bawalah anak kita ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapat pertolongan," imbau Hanifah.

Hanifah memperingatkan jangan sampai terlambat mengenali gejala hepatitis 'misterius' yang sudah berat dan menguning.

Segera membawa anak anak ke dokter untuk mendapat pertolongan agar tidak mengakibatkan kematian.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in