Virus Nipah Muncul Lagi, Dua Perawat Kritis Bikin Geger India dan Dunia Waspada

Virus Nipah Muncul Lagi, Dua Perawat Kritis Bikin Geger India dan Dunia Waspada

Nusantaratv.com - 27 Januari 2026

Petugas kesehatan mengenakan alat pelindung diri saat melakukan pemeriksaan di rumah sakit di India terkait kasus virus Nipah
Petugas kesehatan mengenakan alat pelindung diri saat melakukan pemeriksaan di rumah sakit di India terkait kasus virus Nipah

Penulis: Alamsyah

Nusantaratv.com - Dunia kesehatan kembali dibuat waspada setelah virus Nipah yang mematikan dilaporkan muncul lagi di India. Dua kasus terbaru terkonfirmasi menyerang dua perawat yang bekerja di sebuah rumah sakit swasta dekat Kolkata, wilayah Benggala Barat. Kabar ini langsung menjadi sorotan karena virus Nipah dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi dan belum memiliki obat khusus hingga saat ini.

Otoritas kesehatan India memastikan salah satu perawat kini berada dalam kondisi kritis. 

“Salah satu pasien berada dalam kondisi kritis,” ujar Narayan Swaroop Nigam, Sekretaris Utama Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga Benggala Barat, seperti dikutip media setempat. 

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus Nipah memiliki tingkat fatalitas sekitar 40 hingga 75 persen, tergantung pada respons medis dan daya tahan pasien.

Pemerintah India bergerak cepat dengan menerapkan langkah karantina dan pengawasan ketat. Sebanyak 180 orang telah menjalani tes kesehatan, sementara 20 orang yang masuk kategori kontak berisiko tinggi telah dikarantina. 

“Semua dalam kondisi tanpa gejala dan hasil tesnya negatif. Mereka akan kembali diuji sebelum masa karantina 21 hari berakhir,” jelas Nigam.

Melalui unggahan di platform X, Kementerian Kesehatan India juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. 

“Tetap waspada, tetap terinformasi, dan ikuti arahan dari otoritas kesehatan setempat,” tulis pernyataan resmi tersebut. Imbauan ini menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran virus.

Virus Nipah sendiri merupakan virus zoonosis, artinya dapat menular dari hewan ke manusia. Kelelawar pemakan buah disebut sebagai inang alaminya, namun penularan juga bisa terjadi melalui hewan lain seperti babi, makanan yang terkontaminasi, hingga kontak langsung antar manusia. Gejala awalnya bisa berupa demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, hingga sesak napas. Dalam kondisi berat, virus ini dapat menyebabkan radang otak yang memicu kebingungan, kejang, bahkan koma.

Hingga kini belum ada obat atau vaksin khusus untuk virus Nipah. Perawatan yang diberikan hanya bersifat suportif untuk meredakan gejala. Kasus ini menjadi pengingat bahwa gaya hidup bersih, kewaspadaan, dan informasi yang akurat tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan di tengah ancaman penyakit menular global.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close