Usul AHY untuk Kesejahteraan Driver Ojol, Kondisi Keuangan Aplikator Harus Dijaga

Usul AHY untuk Kesejahteraan Driver Ojol, Kondisi Keuangan Aplikator Harus Dijaga

Nusantaratv.com - 30 Juni 2026

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan paparan pada konferensi pers peluncuran penambahan armada listrik baru Grab di Jakarta, Senin,29 Juni 2026. (Foto: Antara)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan paparan pada konferensi pers peluncuran penambahan armada listrik baru Grab di Jakarta, Senin,29 Juni 2026. (Foto: Antara)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menilai peningkatan kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol) tidak hanya bergantung pada besaran pendapatan mitra, tetapi juga kondisi keuangan perusahaan aplikator.

Menurutnya, perusahaan yang sehat secara finansial akan mampu memberikan keberlanjutan pekerjaan sekaligus mendukung kesejahteraan para mitra pengemudi.

Hal tersebut disampaikan AHY saat menghadiri Konferensi Pers Peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Selasa (30/6/2026).

"Tadi di ruang tunggu kita berbicara tentang aspek kesejahteraan dan keselamatan dari para mitra, para pengemudi ojol," ujar AHY.

Dia menegaskan, peningkatan pendapatan pengemudi harus berjalan beriringan dengan keberlangsungan bisnis perusahaan penyedia layanan transportasi daring.

"Mudah-mudahan ini bisa terus kita kawal dan terus bisa meningkatkan penghasilan yang baik, tapi juga harus dipastikan agar perusahaan juga sehat secara finansial. Setuju? Karena kalau perusahaannya sehat, misalnya Grab Indonesia-nya sehat, maka ini juga lebih baik untuk kesejahteraan mitra," tambahnya.

Menurut AHY, pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojol.

Salah satunya adalah penetapan batas maksimal potongan komisi aplikasi sebesar 8 persen.

Selain itu, penyedia layanan juga menghadirkan skema penyewaan kendaraan listrik yang diharapkan dapat mengurangi kebutuhan modal awal bagi para pengemudi.

Dia menilai keseimbangan antara keberhasilan bisnis perusahaan dan perlindungan terhadap mitra pengemudi menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem transportasi daring yang berkelanjutan.

"Jadi memang harus seimbang betul antara upaya memajukan, meningkatkan keuntungan perusahaan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mitra ojol Mitra Grab," tuturnya.

Selain kebijakan yang berkaitan langsung dengan pengemudi ojol, AHY juga menjelaskan berbagai dukungan pemerintah terhadap pengembangan kendaraan listrik.

Dukungan tersebut antara lain berupa insentif pembelian kendaraan listrik, insentif pajak penjualan atas barang mewah, hingga insentif pajak kepemilikan yang dapat berupa pengurangan maupun pembebasan pajak kendaraan bermotor.

Pemerintah juga terus membangun ekosistem industri kendaraan listrik dengan mendorong investasi dari dalam maupun luar negeri agar industri kendaraan listrik nasional semakin berkembang.

Di sisi lain, aspek keselamatan juga menjadi perhatian pemerintah. AHY menyebut penyusunan pedoman keselamatan kebakaran pada instalasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) serta angkutan transportasi menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem transportasi yang lebih aman.

Menurut AHY, pembangunan infrastruktur pendukung kendaraan listrik juga akan terus diperluas agar pemanfaatannya semakin optimal.

"Tentu paling banyak masih di Jawa, tetapi ke depan, semakin banyak SPKLU yang didirikan atau dibangun di ruas-ruas jalan, ini akan semakin baik dan akan semakin bisa mengembangkan industri kendaraan listrik secara keseluruhan," tukas AHY.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close