NusantaraTV.COM- Keluarga mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah meminta publik berhenti menuding pihaknya memiliki keterkaitan dengan tewasnya Sutrimo.
Pernyataan itu disampaikan pihak keluarga setelah Polda Metro Jaya mengumumkan hasil ekshumasi (pembongkaran makam) bahwa Sutrimo meninggal bukan karena tindak pidana, tetapi penyakit jantung iskemik.
“Bahwa almarhum ini punya penyakit diabetes yang cukup parah, sampai kemudian dilakukan amputasi di salah satu jari di kakinya,” ujar Kuasa Hukum Keluarga Febrie Adriansyah, Ahmad Benyamin Daniel sebagaimana tayangan Program NTV Today, Nusantara TV, Kamis (1/10/2026).
Sutrimo adalah mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Namanya menjadi pusat perhatian setelah Sutrimo ditemukan meninggal dunia di depan sebuah klinik di Jakarta Selatan Pada 23 Juli 2026.
Pihak keluarga sempat menganggap janggal meninggalnya Sutrimo, karena ada kondisi mulu dan hidungnya mengeluarkan busa.
Kepolisian kemudian melakukan ekshumasi dan autopsi pada Agustus 2026 untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo. Hasilnya, Polda Metro Jaya merilis kesimpulan medis bahwa Sutrimo meninggal karena serangan jantung iskemik.
Berita tentang keluarga mantan Jampidsus Febrie Adriansyah yang meminta publik setop spekulasi tewasnya Sutrimo dapat Anda saksikan dengan mengakses Youtube Nusantara TV.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh