Nusantaratv.com-Universitas Bung Hatta (UBH) Padang bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan penelitian kolaboratif untuk pengembangan situs arkeologi di kawasan pesisir Sumatera Barat selama 10 hari, yakni pada 8 hingga 17 Juni 2026.
Penelitian tersebut melibatkan tim dari Pusat Riset Arkeologi Lingkungan Maritim dan Budaya Berkelanjutan BRIN yang bekerja sama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UBH.
Mitra Peneliti Lokal UBH, Dr. Harfiandri Damanhuri, mengatakan penelitian ini dilakukan guna mendukung upaya pengembangan sekaligus mitigasi terhadap situs-situs arkeologi yang berada di sepanjang pesisir Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
"Riset ini untuk mendukung pengembangan dan mitigasi situs arkeologi yang terdapat di sepanjang pesisir Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar," kata Harfiandri di Padang, Minggu, 21 Juni 2026.
Menurutnya, penelitian bersama tersebut difokuskan untuk mengidentifikasi kondisi peninggalan situs maritim setelah wilayah tersebut mengalami bencana hidrometeorologi serta beberapa kali gempa bumi berskala kecil. Salah satu peristiwa yang menjadi perhatian adalah banjir besar yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat pada November 2025.
Dari hasil penelitian ini, tim peneliti menargetkan lahirnya publikasi ilmiah serta rekomendasi model mitigasi dan perlindungan bagi situs-situs bersejarah yang memiliki usia lebih dari 50 tahun.
Harfiandri menilai hasil penelitian itu nantinya dapat memberikan manfaat luas karena bisa menjadi landasan ilmiah bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam menyusun kebijakan pelestarian situs arkeologi.
"Ini juga bisa menjadi dasar dalam implementasi perlindungan dan mitigasi situs oleh pihak di nagari/desa di sekitar situs," katanya, dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan penelitian tersebut mengkaji model mitigasi risiko bencana berbasis resiliensi sosial-ekologis untuk menjaga keberlanjutan situs maritim, dengan menitikberatkan pada aspek ketahanan sosial, ketahanan ekologis, dan pengurangan risiko bencana.
Dalam pelaksanaannya, penelitian dipimpin oleh peneliti BRIN Dr. Ira Dillenia yang memiliki keahlian di bidang arkeologi maritim. Tim tersebut juga diperkuat oleh Gendro Keling MA sebagai arkeolog maritim dan Dr. Ing Semeidi Husrin yang fokus pada kebencanaan geologi kelautan.
Sementara itu, dari UBH turut terlibat Dr. Harfiandri Damanhuri dari Program Studi Sumberdaya Perairan Pesisir dan Kelautan (SP2K) Pascasarjana Fakultas Perikanan dan Kelautan yang memiliki kepakaran di bidang konservasi dan ekowisata bahari.
Pengumpulan data lapangan dibantu oleh Samsuardi selaku Dive Master. Tim melakukan penelitian di Situs Arkeologi Benteng yang berada di Pulau Cingkuak serta Situs Arkeologi Bawah Laut Kapal MV Boelongan Nederland di kawasan Teluk Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh