Tukang Sumur di Aceh Tamiang Senang Bisa Bantu Warga Terdampak Bencana: Kita Gotong Royong

Tukang Sumur di Aceh Tamiang Senang Bisa Bantu Warga Terdampak Bencana: Kita Gotong Royong

Nusantaratv.com - 06 Januari 2026

Pembuatan sumur air bersih di hunian sementara dilakukan dengan metode pengeboran menggunakan mesin hingga mencapai lapisan air tanah dalam. (Foto: Istimewa)
Pembuatan sumur air bersih di hunian sementara dilakukan dengan metode pengeboran menggunakan mesin hingga mencapai lapisan air tanah dalam. (Foto: Istimewa)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Pembangunan hunian sementara (huntara) di wilayah terdampak bencana tidak hanya memberi ketenangan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, tetapi juga menjadi berkah tersendiri bagi para pekerja di huntara tersebut. 

Salah satunya adalah Darianto (40), pekerja sumur bor yang terlibat dalam pembangunan fasilitas air bersih di huntara Aceh Tamiang.

Dia mengaku senang bisa berkontribusi langsung memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana, khususnya akses air bersih.

Menurutnya, keterlibatannya bukan semata soal upah, melainkan dorongan untuk membantu sesama yang sedang tertimpa musibah.

"Kita senang sebagai warga negara Indonesia. Kita harus bisa gotong royong, membantu yang kena bencana alam," ujarnya saat ditemui di lokasi pembangunan huntara Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026).

Selain karena pekerjaan, Darianto mengaku tergerak hatinya untuk bekerja jauh dari kampung halamannya di Jawa karena pernah mengalami kondisi serupa.

"Karena kita dari Jawa pernah kena bencana juga," ungkapnya.

Dia menjelaskan, pembuatan sumur air bersih di hunian sementara dilakukan dengan metode pengeboran menggunakan mesin hingga mencapai lapisan air tanah dalam.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan air bersih yang stabil dan jernih bagi penghuni huntara.

"Pembuatan air bersih dilakukan dengan pengeboran," ujarnya singkat.

Untuk mengerjakan satu unit sumur air bersih, tim yang dikerahkan terdiri atas tiga orang agar proses pengerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dan efisien.

Melalui pembangunan hunian sementara yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto, Darianto berharap warga terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang dapat segera menempati tempat tinggal yang layak dan aman.

"Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik," tukasnya.

Sebanyak 600 unit hunian sementara di Aceh Tamiang ditargetkan selesai dan diserahterimakan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026.

Proyek pembangunan tersebut dikerjakan selama 24 jam penuh dengan melibatkan sebanyak 1.635 tenaga kerja.

Di dalam hunian sementara telah tersedia berbagai fasilitas pendukung, antara lain kasur, lemari, kipas angin, kamar mandi, air bersih, listrik, hingga akses Wi-Fi gratis.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close