Toyota Recall Kendaraan Listrik Pertama yang Diproduksi Massal Kurang dari Dua Bulan Usai Peluncuran

Nusantaratv.com - 24/06/2022 08:20

SUV all-electric Toyota bZ4X 2023 ditampilkan selama LA Auto Show 2021 di Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS), 17 November 2021. (Mike Blake/Reuters)
SUV all-electric Toyota bZ4X 2023 ditampilkan selama LA Auto Show 2021 di Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS), 17 November 2021. (Mike Blake/Reuters)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Toyota Motor Corp., mengatakan pihaknya akan melakukan penarikan kembali (recall) terhadap 2.700 kendaraan listrik produksi massal pertamanya untuk pasar global karena risiko roda bisa lepas.

Produsen mobil terbesar di dunia berdasarkan penjualan itu mengajukan penarikan kembali SUV (sport utility vehicle) bZ4X ke Kementerian Transportasi Jepang. Perusahaan menyebutkan, dari 2.700 kendaraan, 2.200 diperuntukkan untuk Eropa, 260 untuk Amerika Serikat (AS), 20 untuk Kanada dan 110 untuk Jepang.

Di sisi lain, Subaru Corp., juga mengatakan pihaknya secara global melakukan penarikan kembali sekitar 2.600 unit Solterra, kendaraan listrik pertama yang dikembangkan bersama dengan Toyota, dengan alasan yang sama.

Regulator keselamatan Jepang mengatakan tikungan tajam dan pengereman mendadak dapat menyebabkan baut hub kendor, meningkatkan risiko roda terlepas dari kendaraan. Disebutkan jika perusahaan tidak mengetahui adanya kecelakaan yang disebabkan oleh masalah tersebut.

Regulator menyarankan pengemudi untuk sementara tidak menggunakan kendaraan hingga ada tindakan perbaikan yang lebih 'permanen'. "Semua mobil yang ditarik di Jepang belum dikirim ke pelanggan karena dimaksudkan untuk test drive dan pajangan," kata juru bicara perusahaan, seperti dilaporkan Reuters, Kamis (23/6/2022).

Sementara itu, di situs web-nya, Toyota memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. "Kami akan memperbaikinya sesegera mungkin, tetapi kami sedang menyelidiki detailnya," tulisnya.

Salah satu juru bicara Toyota mengatakan tidak setiap model menjadi sasaran recall, tetapi dia menolak untuk mengatakan berapa banyak yang telah dibuat secara keseluruhan.

Toyota sendiri telah dikritik oleh sejumlah investor dan organisasi lingkungan karena tidak bertindak cukup cepat untuk menghapus mobil bertenaga bensin dan merangkul kendaraan listrik sebagai gantinya.

Toyota telah berulang kali menolak kritik tersebut, dengan alasan perlunya menawarkan berbagai powertrain agar sesuai dengan pasar dan pelanggan yang berbeda.

Model hibrida bensin-listrik tetap jauh lebih populer di pasar dalam negeri Toyota dibandingkan kendaraan listrik, yang hanya menyumbang 1 persen dari mobil penumpang yang dijual di Jepang tahun lalu, berdasarkan data industri.

Namun, pasar tumbuh cepat dan produsen mobil asing termasuk Tesla Inc., membuat terobosan di mana kendaraan listrik itu terlihat di jalan-jalan kota seperti Tokyo.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in