Tarif Trump Bikin Harga Mobil Impor Naik hingga US$4.000, Pangsa Pasar Mobil Buatan AS Tembus 55%

Tarif Trump Bikin Harga Mobil Impor Naik hingga US$4.000, Pangsa Pasar Mobil Buatan AS Tembus 55%

Nusantaratv.com - 23 Februari 2026

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Reuters)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Reuters)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Kebijakan tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump sempat diprediksi akan memicu lonjakan harga mobil hingga ribuan dolar. 

Namun setahun berlalu, fakta di lapangan menunjukkan gambaran yang lebih kompleks. Memang ada kenaikan harga signifikan, tetapi tidak semua mobil terdampak sama.

Melansir Carscoops, Senin (23/2/2026), berdasarkan analisis tingkat VIN oleh CatalystIQ terhadap jutaan harga kendaraan yang diiklankan sejak akhir 2025 hingga awal Februari 2026, mobil rakitan Kanada, Jepang, Jerman, dan Meksiko mencatat kenaikan harga paling tajam dalam tujuh bulan terakhir.

Mengutip laporan Automotive News, mobil buatan Kanada memimpin kenaikan dengan lonjakan hampir 10 persen, setara rata-rata hampir US$4.000 atau sekitar Rp67 jutaan (US$1 = Rp16.837,26) lebih mahal sejak Oktober.

Sedankan mobil Jepang naik sekitar US$3.300 (Rp55 jutaan), mobil Jerman meningkat lebih dari US$2.800 (Rp47 jutaan), dan kendaraan rakitan Meksiko naik lebih dari US$1.500 (Rp25 jutaan).

Mobil Korea Selatan Justru Turun Harga

Menariknya, kendaraan rakitan Korea Selatan justru mengalami sedikit penurunan harga. Sementara itu, mobil buatan Amerika Serikat relatif terhindar dari kenaikan tajam.

"Awalnya ada prediksi harga akan melonjak US$5.000 (Rp84 jutaan) hingga US$8.000 (Rp134 jutaan), tetapi itu tidak terjadi," ujar Rick Wainschel dari CatalystIQ kepada Automotive News

Menurutnya, banyak produsen otomotif memilih strategi "wait and see" saat tarif pertama diberlakukan.

Sebagian pabrikan tidak langsung menaikkan harga, melainkan menyisipkan biaya tambahan dalam pembaruan model tahun terbaru. CatalystIQ mencatat penyesuaian harga model tahun ini sekitar US$1.200 (Rp20 jutaan) lebih agresif dibanding tahun sebelumnya (rata-rata tertimbang).

Sebagai contoh, Toyota RAV4 rakitan Kanada kini hadir dengan lini full hybrid untuk model 2026. Perubahan ini ikut mendorong harga dasar naik menjadi $33.350 (Rp561 jutaan), dari US$31.250 (Rp526 jutaan) pada model 2025 (termasuk ongkos kirim).

Pangsa Pasar Mobil AS Naik Tajam

Dampak tarif kini mulai terlihat pada komposisi pasar. Kendaraan buatan AS diperkirakan menyumbang lebih dari 55 persen total penjualan bulan ini, naik 4 poin persentase dibanding tahun lalu.

Namun, kenaikan ini bukan tanpa konsekuensi bagi produsen. Banyak perusahaan otomotif menyerap sebagian besar beban tarif demi menjaga daya beli konsumen, yang berdampak pada margin keuntungan.

Analisis dari Federal Reserve Bank of Chicago yang mengutip Bain & Company menunjukkan margin EBIT produsen mobil turun drastis dari 8,1 persen pada pertengahan 2024 menjadi 3,9 persen selama tiga kuartal pertama 2025.

Di sisi lain, penerimaan tarif pemerintah federal melonjak tajam, mencapai hampir US$125 miliar sejak 1 Oktober.

Tidak Semua Mobil Terdampak Sama

Tarif Trump memang memicu kenaikan harga mobil impor, bahkan hingga ribuan dolar, tetapi dampaknya tidak merata. Mobil dari negara sekutu mengalami tekanan lebih besar dibanding model domestik dan Korea Selatan.

Strategi produsen yang menyerap sebagian beban tarif mungkin berhasil menahan lonjakan harga ekstrem, tetapi pertanyaannya: sampai kapan mereka bisa mempertahankan margin keuntungan?

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close