Seperti Holywings, 7 Tempat Hiburan Ini Juga Ditutup Anies Baswedan

Nusantaratv.com - 29/06/2022 20:28

Restoran dan Bar Holywings
Restoran dan Bar Holywings

Penulis: Armansyah | Editor: Supriyanto

Nusantaratv.com - Sederet pelanggaran yang telah dilakukan oleh pihak Holywings mengakibatkan semua gerainya dicabut izinnya oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada Senin (27/6/2022).

Kasus ditutupnya restoran dan bar Holywings menjadi pelengkap sederet tempat hiburan yang pernah ditutup oleh Anies di masa kepemimpinannya.

Setidaknya ada tujuh tempat hiburan malam ditutup oleh mantan menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu selama lima tahun ia memimpin DKI Jakarta. Tempat hiburan tersebut ditutup karena melanggaraun peraturan yang dikeluarkan oleh Pemda DKI.

Berikut daftar tempat hiburan malam yang ditutup oleh Anies: 

1. Hotel Alexis

Anies menutup hotel Alexis yang dijuluki sebagai ‘surga dunia’ itu pada 30 Oktober 2017. Dia menyebutkan penutupan total usaha tempat hiburan malam di Jakarta Utara itu disebabkan karena beberapa pelanggaran. 

Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh Pemda DKI Jakarta menyebutkan, ada praktik prostitusi dan perdagangan manusia.

“Bukan narkoba. Kami tidak lihat narkoba, tetapi praktik prostitusi. Praktik perdagangan manusia ditemukan di situ,” ujar Anies. 

2. Diskotek Exotic 

Izin Diskotek Exotic dicabut pada 12 April 2018. Anies mencabut izin diskotek ini setelah mendapat laporan seorang pengunjung diskotek Exotic bernama Sudirman (41) tewas di tempat akibat overdosis pada 2 April 2018. 

3. Sense Karaoke 
Bersamaan dengan Diskotek Exotic, Sense Karaoke di Mangga Dua Square, Pademangan, Jakarta Utara juga ditutup pada 12 April 2018. 

Alasan penutupan tempat hiburan malam itu lantaran terbukti ditemukan adanya peredaran narkoba di dalam Sense Karaoke.

Surat penutupan dikeluarkan secara bersamaan dengan surat penutupan PT Exotic Paradise. 

4. Diskotek Old City 
Pada 4 April 2019, Gubernur DKI Jakarta itu mencabut izin usaha Diskotek Old City. Diskotek Old City ditutup karena kasus peredaran narkoba yang terbukti dilakukan di tempat tersebut. 

Kasus Old City bermula pada 21 Oktober 2018. Saat itu, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta merazia pengunjung dan pegawai Old City. Dalam razia itu, ditemukan 52 pengunjung positif mengonsumsi narkoba. 

Para pengunjung mengaku mendapatkan obat-obatan terlarang dari luar Old City. Begitu pula dengan temuan empat butir pil ekstasi. 

5. Diskotek Golden Crown

Satpol PP DKI Jakarta menutup Diskotek Golden Crown yang berada di Taman Sari, Jakarta Barat, pada 8 Februari 2020. 

Penutupan tersebut merupakan tindak lanjut razia BNN yang mendapati ratusan pengunjung diskotek positif menggunakan narkoba. 

6. Diskotek New Monggo Mas 

Diskotek dan Karaoke New Monggo Mas ditutup pada 19 Desember 2020. Tempat usaha tersebut terindikasi adanya penyalahgunaan narkoba berdasarkan hasil operasi BNN DKl Jakarta pada 17 Desember 2020. 

Mereka juga telah melanggar protokol kesehatan dan operasional usaha pada masa PSBB sesuai dengan ketentuan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 101 Tahun 2020 dan SE Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 259 Tahun 2020. 

7. Bar Holywings 
Paling terbaru, Anies Baswedan resmi mencabut izin usaha seluruh gerai Holywings yang ada di Jakarta pada 27 Juni 2022.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata menjelaskan bahwa ada beberapa pelanggaran yang menjadi dasar rekomendasi pencabutan izin. 

Pertama, beberapa outlet Holywings Group yang berada di wilayah DKI Jakarta terbukti belum memiliki sertifikat standar KBLI 56301 jenis usaha bar yang telah terverifikasi. 

Holywings Group juga dinilai melanggar beberapa ketentuan dari DPPKUKM DKI Jakarta terkait penjualan minuman beralkohol di 12 gerai Jakarta. 

Pelaku usaha hanya memiliki Surat Keterangan Pengecer (SKP) KBLI 47221 untuk penjualan minuman beralkohol yang hanya boleh dibawa pulang dan tidak untuk diminum di tempat.  

Sementara itu, dari hasil pengawasan di lapangan, usaha tersebut melakukan penjualan minuman beralkohol untuk minum di tempat. 

Dari 12 outlet, hanya 7 yang memiliki Surat Keterangan Pengecer (SKP) KBLI 47221, sedangkan 5 lainnya tidak. 

Sumber: jpnn.com

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in