Rumah Burung Hantu, Kreativitas Petani Padi Musi Rawas Cegah Hama Tikus

Nusantaratv.com - 03/10/2022 15:38

Rumah burung hantu yang di pasang petani di Desa Sukajaya Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Mura Provinsi Sumsel, di tengah lahan persawahan.
Rumah burung hantu yang di pasang petani di Desa Sukajaya Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Mura Provinsi Sumsel, di tengah lahan persawahan.

Penulis: Nofi Ardiyanto | Editor: Supriyanto

Nusantaratv.com - Kreatifitas para petani padi di kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan dalam mengantisipasi serangan hama tikus di daerah persawahan yang sudah memasuki masa tanam, patut untuk di tiru.

Pasalnya, Sangat unik cara petani di Desa Sukajaya Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumsel, untuk mengurangi hama tikus. 

Pada umumnya, petani menggunakan racun tikus, untuk mengurangi hama tikus, beda dengan petani di Desa Sukajaya Kecamatan Sumber Harta ini.

Mereka, membuat rumah kecil dengan satu pintu dan atap dari karpet yang kemudian dipasang diatas tiang dengan ketinggian kurang lebih 4-5 meter. 

Rumah kecil tersebut di pasang di tengah lahan persawahan milik petani. Bahkan, bukan hanya satu, tapi ada beberapa rumah burung hantu yang dipasang oleh petani. 

Tak hanya di Desa Sukajaya, hal yang sama juga dilakukan petani di Desa Mataram Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Mura. Mereka juga membuatkan rumah burung hantu di tengah lahan persawahan. 

Handoko salah seorang petani di Desa Sukajaya Kecamatan Sumber Harta mengatakan, awal mula ide pembuatan rumah burung hantu itu dari petugas PPL Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Mura. 

"Awalnya dari petugas PPL, kemudian bersama Ketua Kelompok Tani (Poktan) dan petani, membuatnya dan memasangnya di beberapa titik," kata Handoko saat diwawancarai awak media, Senin (3/10/2022).

Menurutnya, ada sekitar 4 rumah burung hantu yang dipasang di tengah lahan persawahan warga. Tujuannya, untuk membasmi hama tikus yang selama ini menjadi bumerang bagi petani. 

"Hasilnya cukup efektif, sebab setiap pagi, kadang petani menemukan sisa-sisa badan tikus yang mati," katanya. 

Dikatakan Handoko, awalnya para petani ini hanya membuatkan rumah saja di tengah sawah, kemudian dibiarkan, dan lama-kelamaan burung hantu itupun datang dengan sendirinya. 

"Buatnya hanya rumah saja, kalau burungnya itu datang sendiri. Jadi setelah rumahnya jadi, dibiarkan saja," jelasnya. 

Senada disampaikan, Broto yang juga petani yang sama mengaku, cukup terbantu dengan adanya burung hantu, dalam mengatasi hama tikus di lahan persawahan miliknya. 

"Lumayan terbantu, karena selama ini kami menggunakan racun. Tapi dengan adanya burung hantu ini, kami tidak perlu laga untuk memusnahkan hama tikus," katanya. 

Lebih lanjut Broto mengaku, pemasangan rumah burung hantu ini, sendiri sudah musim yang ke-4, atau sejak dua tahun terkahir. 

"Sudah musim yang ke-4 ini. Kalau siang memang, kadang didalam kadang juga rumahnya kosong. Kalau malam itu biasanya datang," ungkapnya. 

Untuk pembuatan rumah burung hantu sendiri cukup simpel dan mudah. Jadi, untuk petani lain bisa mencobanya. 

"Mudah buatnya, cukup kayu sepanjang kurang lebih 4-5 meter sebagai tiang, kemudian papan untuk membuat rumahnya. Kalau ukurangnya kecil saja," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in