Rhenald Kasali soal Walkoutnya Tiga Caketum Hipmi: Biarkan Anak Muda Bertarung Sehat

Rhenald Kasali soal Walkoutnya Tiga Caketum Hipmi: Biarkan Anak Muda Bertarung Sehat

Nusantaratv.com - 09 Juni 2026

Rhenald Kasali. (Youtube Nusantara TV)
Rhenald Kasali. (Youtube Nusantara TV)

Penulis: Alamsyah

Nusantaratv.com - Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, menyoroti polemik yang mewarnai proses pemilihan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). 

Dalam hal ini, ia meminta para senior untuk memberikan ruang bagi generasi muda agar dapat berkompetisi secara sehat tanpa intervensi dari berbagai pihak.

Adapun dinamika yang terjadi dalam pemilihan calon Ketua Umum HIPMI belakangan ini menjadi perhatian publik, terutama setelah muncul pengunduran diri sejumlah kandidat dalam proses yang sedang berlangsung.

"Beberapa hari yang lalu itu ada debat Caketum yang diwarnai dengan pengunduran diri. Ini pemilihan calon ketua umum Hipmi, anak-anak muda, calon pemimpin bangsa," ucap Rhenald dalam akun Instagram pribadinya @rhenald.kasali dikutip, Selasa 9 Juni 2026.

"Hari ini kita menyaksikan banyak sekali sekarang mulai berkiprah di jajaran kepemimpinan nasional. Itu adalah satu proses yang sekarang sangat diminati oleh anak muda. Tapi ketika tiga calon mengundurkan diri, ini kan menjadi pertanyaan besar. Kenapa ya hal seperti ini terjadi, seperti biasanya, selalu ada pihak-pihak yang ingin ikut campur," lanjutnya.

Ia menilai Hipmi memiliki peran strategis sebagai wadah lahirnya banyak pemimpin bisnis, tokoh publik, hingga pemimpin nasional. 

Karena itu, proses pemilihan di organisasi tersebut seharusnya menjadi contoh pelaksanaan kompetisi yang sehat dan demokratis.

Rhenald menegaskan, salah satu persoalan yang kerap terjadi adalah adanya upaya campur tangan dari pihak-pihak tertentu yang ingin mendorong kandidat pilihannya.

"Saya sebagai salah seorang yang boleh dikatakan sangat menaruh perhatian dalam bisnis, dan ingin mengimbau pada para senior. Sudahlah, kita berikan kesempatan pada anak-anak muda ini untuk berkiprah dan bersaing secara fair. Biarkan mereka bertarung dengan baik," jelasnya.

Menurutnya, praktik intervensi dalam berbagai proses pemilihan dapat menurunkan kepercayaan anak muda untuk terlibat dalam organisasi maupun kehidupan demokrasi. 

Untuk itu, ia mengingatkan agar proses pemilihan di berbagai institusi tidak diwarnai campur tangan yang berlebihan.

"Jangan sampai karena perilaku kita yang tercampur begini, lalu kemudian akhirnya di dalam negeri pun anak-anak muda jadi tidak ingin berpartisipasi," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close