Ratu Kripto asal Bulgaria Ini jadi Buronan FBI, Ada Hadiah Rp1,5 Bagi yang Mengetahui Keberadaannya

Nusantaratv.com - 01/07/2022 23:45

Ruja Ignatova alias Ratu Kripto/ist
Ruja Ignatova alias Ratu Kripto/ist

Penulis: Harry Prasetyo

Nusantaratv.com-Ruja Ignatova yang dijuluki Ratu Kripto masuk dalam daftar 10 buronan paling dicari Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI). Wanita asal Bulgaria ini sedang diburu atas tuduhan penipuan mata uang kripto atau "cryptocurrency" yang dikenal sebagai OneCoin. Disediakan hadiah sebesar Rp1,5 miliar bagi siapapun yang bisa memberikan informasi tentang keberadaan Ruja Ignatova.

Para penyidik federal menuduh Ignatova menggunakan skema OneCoin untuk memperdaya korbannya lebih dari 4 miliar dollar AS atau setara Rp59,8 triliun. 

Ignatova menghilang sejak 2017. Tak lama setelah pihak berwenang AS menandatangani surat perintah penangkapan dan penyidik mulai mengusutnya. 

Ignatova diburu karena perannya dalam menjalankan OneCoin, sebuah mata uang kripto yang mulai ia perkenalkan pada awal 2014. Ia menawarkan orang-orang yang membeli mata uang ini dengan iming-iming mendapatkan komisi, jika bisa membujuk orang lain untuk ikut membelinya. Tapi agen FBI mengatakan OneCoin tak ada nilainya dan tidak dilindungi oleh teknologi blockchain seperti mata uang kripto lainnya. Blokchain merujuk pada sebuah bank data khusus yang mencatat setiap transaksi menggunakan mata uang kripto.

Jaksa federal menyatakan, OneCoin pada dasarnya merupakan skema Ponzi yang disamarkan sebagai mata uang kripto. 

Ignatova telah didakwa pada 2019 lalu, dengan enam tuduhan termasuk penipuan melalui teknologi komunikasi dan informasi serta penipuan sekuritas. Ignatova menjadi satu-satunya perempuan yang masuk ke dalam daftar 10 orang paling dicari FBI, mengutip kompascom.

Satu alasan yang membuat “Ratu Kripto” ini sulit dilacak adalah karena ia menghilang dengan membawa serta uang sebesar 500 juta dollar AS (Rp7,4 triliun) yang bisa membantunya bersembunyi dari pelacakan.

Ignatova diduga kuat memiliki dokumen identitas palsu dengan kualitas tinggi, dan mengubah penampilannya. Namun ada juga spekulasi yang menyebut dia telah meninggal dunia. Ignatova terakhir kali terlihat saat naik pesawat dari Bulgaria ke Yunani pada 2017, dan tak diketahui lagi jejaknya sejak saat itu.


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in