Pusing Harga Anjlok, Petani Sampai Wacanakan Jual TBS Sawit ke Malaysia

Nusantaratv.com - 27/06/2022 15:14

Ilustrasi. (Net)
Ilustrasi. (Net)

Penulis: Yusuf

​​​​Nusantaratv.com - Petani sawit asal Desa Gotting Sidodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabuoaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara mengaku gerah dengan anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit. Hal ini diungkapkan Ketua DPD I Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspek-PIR) Sumatra Utara Syarifudin Sirait.

Menurut Syarifudin, pihaknya dan para petani tak tahu lagi harus berkata apa kepada pemerintah yang terkesan membiarkan petani sawit berjuang sendirian menghadapi persoalan ini. 

"Karena itu kemarin saya sampaikan wacana kepada para pengurus pusat agar Aspek-PIR mengajukan izin kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar petani sawit bisa menjual TBS-nya sendiri ke Malaysia. Kan di sana harga TBS masih tinggi," ujar Syarifudin, Minggu (26/6/2022).

Adapun Malaysia dipilih, lantaran harga TBS sawit di sana relatif masih tinggi, yaitu Rp 4.000-an per kilogram. Menurut Syarifudin, seorang temannya yang berada di Malaysia mengungkapkan, kalau pemerintah negara itu benar-benar berupaya agar para petani sawit tak banyak terimbas dari gejolak harga minyak nabati global.

"Malaysia pun memang mengalami guncangan harga TBS, tapi relatif masih di atas Indonesia harga TBS Malaysia. Negara jiran kita ini menjaga betul kehidupan para petani sawitnya," bebernya.

Syarifudin memahami bahwa wacana pihaknya tersebut pasti akan ditolak oleh pemerintah pusat. Tapi, baginya upaya tersebut merupakan gerakan moral petani sawit, seraya menyindir ketidakbecusan pemerintah dalam mengurus petani sawit.

Syarifudin memandang, pemerintah tak bersungguh-sungguh memberikan jalan ekspor bagi pengusaha sawit untuk mengepor beragam produk turunan minyak sawit. Terlalu banyak pungutan yang dikenakan pemerintah ke pengusaha, sehingga pengusaha berupaya memindahkan beban pungutan itu ke pundak petani.

"Sudah ada bea keluar, ada pungutan ekspor, kini ada lagi flush out US$ 200 per ton. Untuk apa semua itu. Kalau pengusaha dibebankan banyak pungutan, ya pastilah kami petani sawit akan menanggung beban itu. Mana ada pengusaha yang mau rugi," paparnya.

Atas itu, pihaknya berupaya mengibarkan wacana menjual TBS ke Malaysia melalui Pelabuhan Tanjung Balai yang jaraknya hanya satu jam ke Malaysia, mengutip Info Sawit. 

"Pelabuhan Tanjung balai hanya setengah jam dari Kisaran, Asahan. Lalu dari Tanjung Balai hanya satu jam ke Malaysia. Kalau pemerintah tak bisa becus mengurus  kami sebagai petani sawit, tolong izinkan kami untuk menjual TBS ke Malaysia, biar kami yang mengurus nasib dan hidup kami sendiri," tandas Ketua Koperasi Petani Kelapa Sawit (KPKS) Kesepakatan Ambar ini.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in