Pretensioner Sabuk Pengaman Berpotensi Meledak, Hyundai Recall 281 Ribu Kendaraan

Nusantaratv.com - 25/05/2022 09:13

Ilustrasi Hyundai. (Reuters)
Ilustrasi Hyundai. (Reuters)

Penulis: Tri Budi Purnomo

Nusantaratv.com - Hyundai Motor America akan melakukan penarikan kembali (recall) terhadap 281.000 kendaraan di Amerika Utara.

Dikutip dari Reuters, Rabu (25/5/2022), penarikan itu dilakukan karena pretensioner sabuk pengaman (seatbelt) yang dapat meledak dan memproyeksikan pecahan logam, hingga bisa mengakibatkan cedera.

Recall tersebut dilakukan setelah tiga laporan cedera, yang mencakup sejumlah kendaraan hybrid Accent produksi 2019-2022 dan Elantra produksi 2021-2023. Jika terjadi kecelakaan, pretensioner sabuk pengaman pengemudi depan atau sisi penumpang dapat meledak saat dipasang.

Diler akan mengamankan pretensioner sabuk pengaman dengan penutup. Pretensioner sabuk pengaman adalah bagian dari sistem yang mengunci sabuk pengaman pada tempatnya selama kecelakaan guna memberikan perlindungan tambahan kepada penumpang.

Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat (AS) mengatakan penarikan ini memperluas dan menggantikan empat penarikan sebelumnya. Seluruh kendaraan Accent, Elantra, dan Elantra HEV yang telah diperbaiki berdasarkan penarikan sebelumnya harus menyelesaikan perbaikan penarikan baru.

"Penarikan baru mencakup 239.000 kendaraan di AS dan sekitar 42.000 unit di Kanada," kata Hyundai. 

Sedangkan dua cedera dilaporkan di AS dan satu lagi di Singapura. Pada September, NHTSA memberi tahu Hyundai tentang insiden kecelakaan yang melibatkan Elantra 2021, di mana pretensioner sabuk pengaman sisi pengemudi diduga dipasang secara tidak normal, menyebabkan pecahan logam melukai kaki penumpang. 

Agensi telah meminta Hyundai untuk menilai insiden tersebut. Hyundai, yang telah menyelidiki secara ekstensif akar penyebab masalah tersebut, mengatakan pihaknya masih secara aktif menyelidiki kendaraan Venue dan Genesis GV70/GV80 yang sebelumnya terkena recall.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in