Nusantaratv.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa jajaran menteri dalam Kabinet Merah Putih solid dan seirama dalam menjalankan berbagai program prioritas pemerintah. Karena itu, ia meminta publik tidak mudah mempercayai analisis di media sosial yang menyebut adanya perpecahan di lingkungan terdekatnya.
Berbicara di hadapan para pejabat negara, siswa, serta tenaga pendidik Sekolah Rakyat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, Prabowo menilai sinergi dan kolaborasi antarkementerian di Kabinet Merah Putih berjalan dengan sangat baik.
"Saya benar-benar bahagia hari ini. Kementerian-kementerian saya, Kabinet, saya merasakan kompak. Jangan percaya orang-orang yang terlalu pinter. Yang ngomong di mana? Di sosmed (media sosial, red.), menganalisa terjadi suatu perpecahan di antara lingkungannya Prabowo. Seru (analisis tersebut, red.). Saya sendiri tertarik dari mana ini? Tetapi, enggak. Saya merasa kerja keras, kompak, team work yang luar biasa sehingga kita mencapai keberhasilan demi keberhasilan, bukti demi bukti," kata Presiden Prabowo saat menyampaikan sambutan dalam peresmian 166 Sekolah Rakyat di berbagai daerah Indonesia dari Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026.
Presiden kemudian memaparkan sejumlah capaian konkret yang menjadi bukti kekompakan kabinet, salah satunya keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras pada 31 Desember 2025.
"Saya ulangi, Desember 31, tahun 2025, Indonesia resmi mencapai swasembada beras di tengah tahun 2024 dan 2025 Indonesia mengalami El Nino dilanjutkan dengan kekeringan berkepanjangan. Kita bisa mengatasi, dan kita bisa menghasilkan produksi beras tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Cadangan beras kita di gudang pemerintah hari ini tertinggi selama sejarah Republik Indonesia," kata Presiden Prabowo.
Prabowo menambahkan, setelah keberhasilan tersebut, pemerintahannya juga optimistis dapat segera mewujudkan swasembada jagung dalam waktu dekat.
"Sebentar lagi kita swasembada jagung untuk pakan para petani dan peternak. Habis itu, kita akan swasembada di bidang-bidang yang lain," sambung Presiden.
Capaian lainnya, lanjut Presiden, adalah beroperasinya 166 Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia. Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama dengan pembiayaan penuh dari negara, yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 atau miskin ekstrem dan desil 2 atau miskin.
"Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029 Insyaallah tercapai, dan saya minta maaf kami masih belum bisa menghasilkan lebih banyak daripada yang sekarang. Ini pun usahanya sudah luar biasa, dan saya untuk itu, saya sampaikan penghormatan sebesar-besarnya kepada Menteri Sosial, dan jajarannya yang bekerja keras," ujar Presiden.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf diketahui ditunjuk langsung oleh Presiden Prabowo sebagai leading sector dalam pelaksanaan dan pengembangan program Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh