Poliandri yang Berakhir Dengan Pengusiran

Nusantaratv.com - 17/05/2022 10:18

NN pelaku poliandri. (Tangkapan layar info Cianjur)
NN pelaku poliandri. (Tangkapan layar info Cianjur)

Penulis: Bayu Koosyadi

Nusantaratv.com - Seorang wanita dengan inisial NN (28) yang melakukan poliandri atau bersuami lebih dari satu akhirnya diusir oleh warga dari Kampung Sodong Hilir, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar), beberapa hari lalu.

Peristiwa pengusiran serta pembakaran pakaian NN itu pun viral terutama di media sosial Facebook. Dalam video yang memiliki berbagai versi durasi berbeda tersebut terlihat warga mengumpulkan dan membakar pakaian NN disebuah pekarangan rumah, lalu mengusir NN dan keluarganya dari kampung tersebut.

Tokoh masyarakat Desa Tanjungsari Aep Ibing (60) mengatakan NN yang masih berstatus istri TS (49) ternyata diam-diam menikah siri dengan UA (32), warga Desa Babakancaringin, Karangtengah, Kabupaten Cianjur.

"Pernikahan siri NN dengan UA dilakukan tanpa sepengetahuan dari suaminya, padahal antara dirinya dengan TS masih terikat dalam sebuah perkawinan yang sah," ungkap Aep seperti dikutip dari detikcom, Selasa (17/5/2022).

Perempuan itu diketahui menikah dengan suami keduanya di Desa Babakancaringin pada Desember 2021. Mereka melibatkan seorang Ustadz setempat. Namun demikian, kasus poliandri NN baru terbongkar pada 10 Mei 2022 di mana salah seorang keluarga TS menelusuri isu pernikahan antara NN dengan laki-laki lain.

Menurut Aep, dengan terbongkarnya poliandri ini, TS kemudian menyatakan cerai dan menjatuhkan talak 3 kepada NN. "Warga yang simpatik terhadap TS dan kesal atas perbuatan poliandri tersebut, mereka ramai-ramai mendatangi rumah orang tua dan mengusir NN dan keluarga dari kampung," lanjut Aep menjelaskan.

Atas peristiwa ini, NN bersama keluarganya akhirnya meninggalkan rumah di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaluyu pada Jumat (15/5/2022). Aep menambahkan NN menggunakan sejumlah muslihat demi bisa menikah untuk kedua kalinya. Menurutnya, NN membuat kebohongan agar UA mau menikahinya.

Dalam sebuah musyawarah, kata Aep, NN menyebut orang tuanya sudah wafat dan mengaku sudah dua tahun menjanda atau bercerai dengan suami pertamanya, TS.

"Jadi membuat sejumlah kebohongan, itu terungkap dari suami keduanya. Katanya orang tuanya sudah meninggal, padahal masih hidup. Dia ngaku sudah bercerai, padahal masih istri sah dan berkeluarga dengan TS, suami pertamanya," tutur Aep.

Kasus perempuan poliandri atau bersuami lebih dari satu ini pun mendapat perhatian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur. Ketua MUI Cianjur Abdul Rauf mengatakan dalam ajaran Islam, perilaku poliandri atau perempuan yang menikah lebih dari satu lelaki haram hukumnya. "Itu dilarang dalam agama, haram. Tidak boleh perempuan menikahi dua lelaki," tutup Rauf.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in