Petani Sawit 'Menjerit' Harga TBS Sawit Merosot, Harga Pupuk Malah Meroket

Nusantaratv.com - 17/06/2022 11:14

Ilustrasi demo petani sawit memprotes kebijakan pemerintah/ist
Ilustrasi demo petani sawit memprotes kebijakan pemerintah/ist

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Tata kelola industri sawit di Tanah Air masih belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Meski pemerintah telah membuka kembali kran ekspor CPO dan bahan baku minyak goreng, namun para petani kelapa sawit masih mengeluh karena harga tandan buah segar atau TBS sawit masih sangat murah. 

Kondisi tersebut diperparah dengan naiknya harga pupuk non subsidi. Pasalnya, hal ini tidak diiringi dengan kenaikan harga tandan buah segar atau TBS sawit petani.

Bupati Bangka Mulkan mengaku sudah menyampaikan persoalan kenaikan harga pupuk non subsidi kepada Komisi IX DPR RI, saat melakukan pertemuan dalam rangka rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPR RI, di Jakarta.

"Bukan hanya harga pupuk, harga komoditi lainnya juga sudah saya sampaikan kepada Komisi IX," ungkap Mulkan, Kamis (16/6/2022).

Menurutnya, kenaikan harga pupuk ini membuat masyarakatnya resah, sehingga diharapkan ada solusi konkret perihal tersebut.

Baca juga: Harga TBS Sawit Makin Anjlok, Petani Minta Pemerintah Intervensi dan Cabut Regulasi yang Tumpang Tindih

"Ya, ini tidak sebanding lagi antara harga komoditi dengan harga pupuk. Masyarakat pasti resah karena harganya tidak terjangkau lagi," katanya.

"Kemarin juga dari Komaritim sudah mengerahkan agar semua pemilik CPO untuk mengosongkan tangki-tangki, mudah-mudahan harga TBS bisa stabil kembali," katanya, mengutip negerilaskarpelangicom.

Berdasarkan data terbaru Dinas Pangan dan Pertanian Bangka, persentase kenaikan harga pupuk non subsidi (NPK) pada Juni ini mencapai 116,67 persen.

Namun demikian, kenaikan ini justru berbanding terbalik dengan harga TBS sawit petani yang kian merosot. Bahkan, per hari ini merambah di angka 1.768 per kilogramnya. Padahal, tercatat pada 1 Juni lalu mencapai 2.275 per kilogram.  
 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in