Perangi Korupsi, 172 Pegawai Pemerintah Arab Saudi Ditangkap

Nusantaratv.com - 08/11/2021 08:49

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (Nazaha) di Riyadh, Arab Saudi. (Arab News)
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (Nazaha) di Riyadh, Arab Saudi. (Arab News)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Otoritas Pengawasan dan Pemberantasan Korupsi Kerajaan Arab Saudi mengumumkan penangkapan terhadap 172 orang atas tuduhan korupsi keuangan dan administrasi di lembaga pemerintah, menurut surat kabar lokal Al Ekhbariya.

Dikutip dari Arab News, Senin (8/11/2021), lembaga anti korupsi Arab Saudi melalui akun Twitter mengatakan jika mereka telah melakukan pengawasan sekitar 6.061 dalam waktu satu bulan dan menyelidiki 512 orang yang terlibat dalam korupsi administratif dan keuangan.

Pemerintah Arab Saudi menyatakan bakal memerangi dan melindungi integritas pemerintah dari kejahatan korupsi. Di mana 172 orang didakwa dengan tuduhan suap, pemalsuan, penyalahgunaan jabatan dan penyalahgunaan kekuasaan dalam kapasitas resminya.

Kejahatan ini terdeteksi di pihak berwenang yang berada di Kementerian Lingkungan Hidup, Air dan Pertanian, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Garda Nasional Saudi, Komisi untuk Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan, dan Komisi Evaluasi Pendidikan dan Pelatihan.

Pihak berwenang menambahkan prosedur hukum sedang diselesaikan dalam persiapan untuk merujuk terdakwa ke pengadilan, dan menyerukan kontribusi masyarakat dalam melaporkan kecurigaan korupsi keuangan atau administrasi untuk melindungi dan melestarikan kepentingan umum.

"Arab Saudi mencapai banyak keberhasilan dalam anti-korupsi dalam skala lokal dan internasional. Upaya Kerajaan untuk memerangi korupsi, meningkatkan transparansi dan menjaga integritas tercermin dalam kerja yang konsisten," kata pihak berwenang.

Hal ini sekaligus menandakan tak ada sikap toleransi terhadap kegiatan ilegal yang memanfaatkan jabatan publik, dan otoritas Pengawasan dan Pemberantasan Korupsi Kerajaan Arab Saudi bakal terus melakukan tindakan hukum terhadap individu yang melakukan pelanggaran profesional dengan menyalahgunakan kepercayaan terkait jabatan atau kekusaan yang diamatkannya.
 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in