Pengunjuk Rasa Gempa Shalat Cianjur Hari Jumat di Squalor

Nusantaratv.com - 25/11/2022 16:28

Gempa di Kampung Banjar Pinang, Cianjur bersama Tim SAR melaksanakan Shalat Jumat jamaah, Jumat (25/11/2022). (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Gempa di Kampung Banjar Pinang, Cianjur bersama Tim SAR melaksanakan Shalat Jumat jamaah, Jumat (25/11/2022). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Penulis: Alber Laia

Nusantaratv.com - Masyarakat gempa Cianjur di Kampung Banjar Pinang, Kampung Cijendil, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyebut shalat Jumat dalam suasana mati lemas.
 
Pantau ANTARA di lapangan warga mulai dari dewasa, pria lanjut usia, hingga anak-anak yang bergabung dengan shalat bersama tim SAR Brimob dan Basarnas.
 
Shalat dipimpin oleh Haji Usman Sumilar yang tergabung dengan masyarakat setempat bersama muazin Bripda Iqbal, bilal Ipda Rasnawi, dan khatib Aiptu Zikron Abdillah.
 
Dalam Khotbah Jumat itu, khatib mengimbau masyarakat untuk menaruh kepercayaan dan kesabarannya dalam melaksanakan takdir Tuhan.
 
Sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Al Baqarah ayat 156, "orang-orang yang ketika musibah menimpa mereka, mereka berkata Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali)."

 
"Kemalangan dan cobaan Allah datang bergantian dan tidak ada kegaduhan yang seharusnya membuat suatu bangsa bersabar," kata Khatib.
 
 
Shalat hari Jumat disebut dua rakaat dilanjutkan dengan shalat okultisme. Warga dan tim SAR mendoakan warga yang menjadi korban gempa.
 
Ibadah shalat hari Jumat ditutup dengan berkah dan berjabat tangan satu sama lain. Adnan (54), salah satu warga tampak selesai shalat.
 
"Ada rasa mati lemas, melakukan shalat dalam situasi seperti ini," kata Adnan.
 
Adnan mengatakan, masyarakat tidak bisa mengeksekusi shalat di Masjid Umar Bin Khatab karena rusak parah.
 
Ada puluhan warga yang mengungsi dengan kondisi rumah tangga rusak parah hingga tertimpa. Satu warga dinyatakan meninggal dunia.
 
Berdasarkan data BNPB per Kamis (24/11/2022) jumlah kematian bertambah menjadi 272. Jumlah itu bertambah seiring dengan tim gabungan SAR yang menemukan korban tewas atas nama Nining (64).
 
Dari 272 korban, 165 berhasil diidentifikasi. Sementara itu, 107 jenazah lainnya masih digeledah.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in