Pemkab Kudus Lanjutkan Program Pemberian BLT Bagi Buruh Rokok

Nusantaratv.com - 25/01/2023 15:01

Bupati Kudus Hartopo didampingi Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus Agustinus Agung Karyanto mendampingi penyaluran BLT buruh rokok di salah satu pabrik rokok di Kudus. (ANTARA/HO-Hms Pemkab Kds.)
Bupati Kudus Hartopo didampingi Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus Agustinus Agung Karyanto mendampingi penyaluran BLT buruh rokok di salah satu pabrik rokok di Kudus. (ANTARA/HO-Hms Pemkab Kds.)

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah melanjutkan program pemberian bantuan langsung tunai (BLT) bagi buruh rokok dengan nilai bantuan Rp300.000 per bulannya.

"Karena aturan dari Pemerintah Pusat masih diperbolehkan, program BLT buruh rokok tahun 2023 dilanjutkan," kata Bupati Kudus Hartopo di Kudus, Rabu.

Untuk anggarannya, kata dia, tidak berbeda jauh dengan anggaran tahun sebelumnya yang dianggarkan sekitar Rp40 miliar lebih.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus Agustinus Agung Karyanto menambahkan alokasi anggaran BLT buruh rokok tahun 2023 sekitar Rp40 miliar.

Sementara jumlah buruh rokok yang menjadi calon penerima BLT, imbuh dia, berdasarkan data penyaluran BLT tahun sebelumnya mencapai 63.000 buruh rokok.

"Dengan jumlah penerima sebanyak itu, BLT yang diberikan untuk alokasi dua bulan, yakni Maret dan April 2023, yang akan diberikan sekaligus saat menjelang Lebaran," ujarnya.

Jumlah penerima tahun ini, katanya, sudah mengakomodasi buruh rokok yang tahun sebelumnya terlewatkan belum mendapatkan BLT, termasuk buruh rokok yang sebelumnya mendapatkan BLT dari anggaran provinsi.

Calon penerima tersebut, nantinya juga dilakukan verifikasi dan validasi ulang guna memastikan calon penerimanya itu masih bekerja di pabrik rokok.

Pengalaman sebelumnya, terdapat pekerja rokok yang beralih profesi, namun namanya masih tercatat sebagai calon penerima BLT. Tahapan berikutnya, nama-nama calon penerima BLT tersebut akan dimasukkan dalam peraturan bupati.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in