Pemkab Cianjur Berhasil Turunkan Angka Stunting Menjadi 13,6 Persen

Nusantaratv.com - 26/01/2023 14:17

Bupati Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman.(ANTARA/Ahmad Fikri)
Bupati Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman.(ANTARA/Ahmad Fikri)

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berhasil menurunkan angka stunting dari 33,7 persen pada 2021 menjadi 13,6 persen pada 2022, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022.

Bupati Cianjur Herman Suherman di Cianjur, Kamis, mengatakan penurunan angka stunting tersebut, menjadi prestasi bagi jajaran pemerintah daerah dan warga yang sudah dilaksanakan sejak 2020.

"Hasil survei SSGI membuat Kabupaten Cianjur berada di peringkat ketiga dalam penurunan angka stunting dari 27 kabupaten dan kota di di Jawa Barat tahun 2022 yang sebelumnya berada di peringkat ke 26 tahun 2021," katanya.

Ia menjelaskan penurunan tersebut berkat kerja sama berbagai pihak mulai dari eksekutif, legislatif, bidan desa, puskesmas dan warga, serta posyandu yang banyak berjuang untuk terlibat langsung menurunkan dan menekan angka stunting.

Strategi Pemkab Cianjur dalam menurunkan angka stunting tidak bertumpu pada dinas terkait namun seluruh dinas dilibatkan secara keroyokan untuk berkontribusi, termasuk dari segi anggaran yang berbasis stunting.

"Semua OPD harus saling terhubung bisa membantu menyelesaikan permasalahan stunting, penurunan angka stunting di Cianjur dilakukan bersama lintas sektoral dengan pengerjaan dari hulu sampai hilir, sehingga tidak ada yang jaga gawang atau hanya sekadar mendapat laporan," katanya.

Untuk mempertahankan agar angka stunting di Cianjur tidak kembali meningkat dan menekan angka nol stunting di Cianjur, Dinas Kesehatan Cianjur, melalui bidan desa dan kader posyandu, melakukan pendataan jumlah ibu hamil di daerahnya mulai dari 1-9 bulan.

"Termasuk memastikan status ekonomi keluarga, gizi dan penyakit yang diderita ibu hamil, sehingga ketika memiliki riwayat anemia atau kekurangan darah atau penyakit lainnya dapat langsung dilakukan pengobatan, sehingga mereka tidak melahirkan anak stunting," katanya.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in