Pembangunan di IKN Nusantara Sudah Berdampak pada Sektor Ekonomi

Nusantaratv.com - 15/08/2022 14:05

Ilustrasi. IKN Nusantara. (Istimewa)
Ilustrasi. IKN Nusantara. (Istimewa)

Penulis: Bayu Koosyadi

Nusantaratv.com - Kepala Kantor Perwakilan Kalimantan Timur (Kakanwil Kaltim) Bank Indonesia (BI) Ricky Perdana Gozali menjelaskan dampak pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sudah terasa.

Ricky menegaskan hal itu terutama di sektor ekonomi. "Survei khusus untuk menghitung dampak pembangunan IKN Nusantara di Kaltim memang belum kami lakukan, pihak lain juga belum melakukan, namun dampak ekonomi secara umum sudah bisa kita rasakan," ujar Ricky seperti dikutip dari Antara, Senin (15/8/2022).

Pembangunan infrastruktur tersebut, lanjut Ricky, hingga kini masih terus berlanjut di mana pembangunan tersebut katanya melibatkan banyak tenaga kerja. "Sehingga dampak lain dari proyek ini antara lain kebutuhan makan, minum dan kebutuhan utama sehari-sehari pun turut dirasakan oleh warga setempat karena produk warga lokal dibeli oleh pekerja," tambah Ricky.

Namun demikian, Ricky mengaku ada beberapa hal yang perlu diwaspadai yakni ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnya mengingat pembangunan IKN Nusantara membutuhkan ribuan pekerja.

Menurut Ricky, jika pembangunan tersebut tidak diimbangi dengan kecukupan kebutuhan pokok maka bisa menyebabkan inflasi tinggi. "Saat ini saja, baru dilakukan pembangunan infrastruktur pendukung IKN, Kaltim sudah mengalami inflasi itu karena kita memang belum siap, makanya kita optimalkan peran TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) agar inflasi dapat dikendalikan," ungkap Ricky.

Dalam upaya mengendalikan inflasi, Ricky mengapresiasi Pemprov Kaltim dan kabupaten/kota karena telah menguatkan kerja sama melalui kesepakatan government to government (G2G) dan business to business (B2B).

Di tingkat G2G telah ditandatangani kesepakatan dengan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Bali untuk kerja sama perdagangan.

Sedangkan di tingkat B2B, Perumda Varia Niaga Samarinda yang merupakan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) di Kota Samarinda telah melakukan kerja sama perdagangan dengan beberapa mitra bisnis untuk mendatangkan komoditas beras, gula, minyak goreng serta daging ayam ras.

"Untuk mendukung ketahanan pangan, saat ini juga sedang dikembangkan food estate berupa pengembangan pangan terintegrasi hulu hilir mencakup pertanian dan peternakan, guna menyelesaikan permasalahan keterbatasan pasokan bahan pangan di Kaltim," tutup Ricky.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in