Nusantara Economic Outlook 2026: Airlangga Sebut Fluktuasi Pasar Modal Jadi Peluang Pembenahan

Nusantara Economic Outlook 2026: Airlangga Sebut Fluktuasi Pasar Modal Jadi Peluang Pembenahan

Nusantaratv.com - 04 Februari 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto di acara Nusantara Economic Outlook 2026 (Nusantara TV)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto di acara Nusantara Economic Outlook 2026 (Nusantara TV)

Penulis: Alamsyah

Nusantaratv.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai dinamika yang terjadi di pasar modal nasional dalam sepekan terakhir tidak menggerus fundamental ekonomi Indonesia. Sebaliknya, kondisi tersebut mencerminkan daya tahan pasar yang masih solid.

Airlangga menuturkan, pergerakan pasar saham belakangan ini justru menunjukkan kemampuan ekonomi nasional dalam menghadapi tekanan, sekaligus membuka ruang perbaikan menuju pasar yang lebih sehat dan berkelanjutan.

“Terkait dengan isu yang terjadi di pasar modal dalam sepekan terakhir juga menunjukkan resiliensi dan fundamental yang kuat. Dan ini menjadi momentum bagi perbaikan pasar yang lebih sehat ke depan,” ucap Airlangga dalam sambutan pembukaan Nusantara Economic Outlook (NEO) 2026 yang digelar pada Rabu, 4 Februari 2026.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah bersama otoritas terkait telah menyepakati delapan poin reformasi pasar modal sebagai upaya memperkuat struktur dan kepercayaan pasar. Reformasi tersebut mencakup peningkatan likuiditas, transparansi, kepemilikan manfaat, penguatan tata kelola serta penegakan hukum, hingga pendalaman pasar secara terintegrasi.

Baca Juga: NEO 2026: Airlangga Paparkan Langkah Pemerintah Perkuat Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Menurut Airlangga, implementasi agenda reformasi itu mulai memberikan dampak positif terhadap sentimen investor. Hal tersebut tercermin dari kembali menguatnya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak ke zona positif.

“Pemerintah dan regulator sudah menetapkan 8 poin reformasi pasar modal dengan fokus meningkatkan likuiditas, transparansi, kepemilikan manfaat, tata kelola penegakan hukum, dan pendalaman pasar terintegrasi yang sudah ditutup ke zona hijau di angka 8.122 di hari Selasa kemarin,” tandasnya.

Sebagai informasi, Nusantara Economic Outlook 2026 mengusung tema “Enhancing National Resilience for Sustainable Growth". Forum tahunan ini menjadi wadah diskusi strategis yang mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku usaha, akademisi, serta asosiasi industri untuk membahas prospek dan arah perekonomian nasional ke depan.

Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam forum tersebut, di antaranya mantan Menteri Keuangan RI yang kini menjabat Komisaris Utama MindID Fuad Bawazier, Anggota Dewan Ekonomi Nasional Septian Hario Seto, Staf Ahli Kemenko Pangan Suden Santoso, serta perwakilan akademisi dan pelaku industri lintas sektor.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close