Nusantaratv.com - Presiden Komisaris NT Corporation, Nurdin Tampubolon mendorong pemanfaatan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk membantu pengurangan emisi dan mendukung transisi menuju energi hijau (green energy) di Indonesia.
Menurut Nurdin, penggunaan kendaraan listrik perlu diperluas, tak hanya untuk kebutuhan transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari operasional industri dan proses produksi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yang jumlahnya terbatas.
Hal itu disampaikan Nurdin saat ditemui usai menghadiri peluncuran Forland di Nusantara Ballroom, NT Tower, Jakarta, Selasa, 3 November 2026.
"Bagaimana kita menghilangkan emisi supaya green energy bisa apa, tercapai, kemudian bagaimana memanfaatkan daripada electric vehicle ini dalam mendukung operasional setiap apa namanya, proses industri, produksi supaya tidak menggunakan lagi energi fosil kita," katanya.
Nurdin menilai transisi menuju energi bersih perlu diikuti dengan pemanfaatan teknologi kendaraan listrik secara optimal. Menurutnya, energi fosil adalah sumber daya yang terbatas sehingga Indonesia perlu mulai mengembangkan alternatif energi yang lebih berkelanjutan.
Ia menekankan, pemanfaatan kendaraan listrik dan teknologi energi hijau harus memberikan dampak nyata terhadap perekonomian nasional, bukan sekadar mengikuti perkembangan tren otomotif global.
"Karena energi fosil kita itu kan terbatas dan ini menjadi salah satu solusi ya. Tetapi yang penting buat kita manfaatnya itu betul-betul kita manfaatkan terhadap perkembangan dan peningkatan ekonomi nasional kita," imbuhnya.
Selain mendorong penggunaan kendaraan listrik, Nurdin juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi bagi Indonesia. Ia menyadari bahwa saat ini sejumlah teknologi kendaraan listrik masih berasal dari luar negeri.
Karena itu, Indonesia perlu membangun kemitraan strategis dengan negara maupun perusahaan yang telah memiliki kemampuan teknologi. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada impor produk, tetapi juga membuka peluang transfer pengetahuan dan pengembangan teknologi di dalam negeri.
"Artinya, kita masih mengimpor sekarang, tetapi kita harus berusaha bagaimana untuk bermitra dengan mereka, dengan yang punya teknologi dan akhirnya nanti kita juga yang melakukan dan memiliki teknologinya di masa mendatang," katanya lagi.
Menurut Nurdin, pola kerja sama yang saling menguntungkan menjadi kunci agar Indonesia dapat berkembang dari pengguna teknologi menjadi negara yang mampu mengembangkan dan memproduksi teknologi sendiri.
"Jadi poin-poinnya adalah kita bermitra dengan yang punya teknologi, saling menguntungkan, win-win situation, win-win cooperation, dan selanjutnya kita bisa berdiri sendiri dengan memiliki teknologi sendiri," imbuhnya.
Nurdin juga mengajak generasi muda Indonesia untuk mengambil peran dalam pengembangan teknologi, terutama yang berkaitan dengan proses produksi dan pengolahan sumber daya alam nasional.
Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi dari luar negeri, tetapi turut menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.
"Ini yang perlu dan untuk kepada generasi-generasi muda untuk berusaha bisa mengembangkan teknologi-teknologi itu untuk proses produksi daripada sumber daya alam kita. Seperti itu," tutupnya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh